Riwayat Pelecehan Seksual di Masa Rasulullah dan Masa Khalifah Umar

Nhico
Nhico

Jumat, 17 Desember 2021 07:10

Ilustrasi pelecehan seksual.(F-int)
Ilustrasi pelecehan seksual.(F-int)

Pedoman Rakyat – Kasus pelecehan seksual terus terjadi sejak dulu hingga sekarang. Demikian pula pada masa Rasulullah saw hidup di Madinah, pelecehan seksual dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab juga menimpa perempuan.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Abdirrahman al-Baghdadi dari Imam as-Syafi’i, dari berbagai catatan sejarawan semisal Ibnu Ishaq, Musa bin ‘Uqbah dan lainnya, dahulu Bani Qainuqa mempunyai perjanjian damai dengan Rasullullah saw, namun perjanjian itu akhirnya dirusak karena perbuatan mereka sendiri, yaitu melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan dari golongan Anshar yang akhirnya mengakibatkan Rasulullah saw memerangi mereka.

Saat itu seorang perempuan dari kaum Anshar mendatangi seorang tukang perhiasan di pasar untuk meminta membuatkan perhiasan untuknya.

Ketika perempuan itu duduk di sampingnya, tukang perhiasan dari golongan Yahudi Bani Qainuqa itu segera mengambil peralatan besinya. Lalu ia ikatkan besi tersebut ke bagian bawah pakaian perempuan itu tanpa disadarinya.

Ketika perempuan itu berdiri sontak pakaiannya terbuka sehingga membuat orang-orang yang ada di pasar melihat auratnya. Mereka pun menertawakan dan menghinanya sepuas-puasnya.

Sejurus kemudian tragedi pelecehan seksual yang dilakukan tukang perhiasan dan teman-temannya itupun sampai kepada Rasullullah saw, dan beliau segera mengambil tindakan tegas.

Rasulullah saw mendeklarasikan perlawanan secara terang-terangan terhadap Bani Qainuqa dan menjadikan kasus pelecehan seksual itu sebagai pelanggaran besar atas perjanjian damai yang telah disepakati.

Di kemudian hari, keputusan Rasulullah saw yang membatalkan perjanjian damai dan tidak memberi perlindungan kepada kelompok pelaku pelecehan seksual terhadap perempuan juga diikuti oleh Umar bin al-Khattab ra. Yaitu saat ada seorang Yahudi memerkosa seorang perempuan.

Penuh ketegasan Umar ra berkata: “Siapa saja dari mereka (konteks waktu itu adalah sekelompok Yahudi) yang melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan maka tidak ada perjanjian damai atau jaminan keamanan baginya.” (Abu Bakar Ahmad bin al-Husain al-Baihaqi, Ma’rifatus Sunan wal Atsâr, [Aleppo-Kairo, Dârul Wa’yi: 1411 H/1991 M], juz XIII, halaman 381-382).

Demikian riwayat pelecehan seksual yang terjadi di masa Rasulullah saw dan di masa Umar ra. Keduanya mengambil tindakan yang sangat tegas terhadap pelaku pelecehan seksual.

Karenanya, sudah selayaknya kasus-kasus pelecehan seksual harus diungkap secara tuntas dan para pelaku dihukum seadil-adilnya.

Begitu pula regulasi atau perlindungan hukum bagi orang-orang yang rawan menjadi korban pelecehan seksual harus dimaksimalkan, agar korban tidak semakian berjatuhan. Wallâhu musta’ân.

Penulis: Ahmad Muntaha AM, Redaktur Keislaman nu Online dan Founder Aswaja Muda.

 Komentar

Berita Terbaru
Uncategorized15 Oktober 2026 15:14
Hotspot Nasional 372 Titik, Kemenhut Perkuat Penanganan Lapangan dan Perlindungan TN Tanjung Puting
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat dan ...
Nasional15 Oktober 2026 15:03
Puting Beliung Membara Tak Patahkan Semangat Manggala Agni Kemenhut
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan punya Manggala Agni Kemenhut sebagai brigade khusus atau satuan tugas tingkat nasional di baw...
Metro15 Oktober 2026 14:43
Kabut Asap Makin Pekat, Wali Kota Parepare Instruksikan Siswa TK hingga SMP Belajar Daring demi Kesehatan
Pedomanrakyat.com, Parepare – Pemerintah Kota Parepare memberlakukan pembelajaran daring selama dua hari bagi siswa TK hingga SMP menyusul kondisi k...
Ekonomi15 Oktober 2026 14:13
Makassar Siapkan Penampilan Terbaik di Sulsel Expo dan Culinary HUT ke-357 Sulsel
Pedomanrakyat.com, Makassar — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mematangkan berbagai persiapan untuk menyukseskan gelaran Sulsel Expo dan Culinary d...