Rudianto Lallo Berharap Kasus Supriyani Diselesaikan secara Restorative Justice

Nhico
Nhico

Sabtu, 26 Oktober 2024 18:45

Anggota DPR RI Rudianto Lallo.
Anggota DPR RI Rudianto Lallo.

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai NasDem, Rudianto Lallo, meminta hakim Pengadilan Negeri (PN) Andoolo, Sulawesi Tenggara menerapkan restorative justice bagi Supriyani yang dituduh melakukan penganiayaan ringan terhadap muridnya.

“Ini adalah momen yang tepat untuk menerapkan restorative justice, terutama karena Supriyani adalah guru yang berniat mendidik, bukan mencederai. Relasi antara guru dan murid di sini lebih menyerupai hubungan ibu dan anak,” ungkap Rudianto di Jakarta, Rabu (23/10).

Supriyani adalah seorang guru honorer di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Ia dituduh melakukan penganiayaan ringan terhadap muridnya.

Kasus itu bermula pada April 2024, ketika Supriyani dilaporkan orangtua murid ke Polsek Baito. Langkah-langkah hukum pun diambil pihak kepolisian hingga berkas perkara dilimpahkan ke PN Andoolo. Meski demikian, suara publik, terutama dari kalangan pendidik, kian lantang menyerukan penerapan keadilan restoratif.

Rudianto mengingatkan, bahwa tindakan penganiayaan ringan yang dituduhkan seharusnya tidak serta-merta membawa kasus itu ke ranah pidana. Keadilan restoratif, menurutnya, memungkinkan penyelesaian melalui pendekatan yang lebih humanis. Dalam konteks Supriyani, ia mendorong adanya perdamaian antara Supriyani dan keluarga murid.

Legislator NasDem dari Dapil Sulawesi Selatan I (Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar) itu menyebut Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2024 dapat menjadi dasar hukum bagi hakim PN Andoolo untuk memutuskan perkara itu dengan pendekatan keadilan restoratif.

“Jika korban dan pelaku bisa berdamai, maka proses hukum tidak perlu berlanjut lebih jauh. Pengadilan dapat membantu menciptakan ruang untuk maaf dan penyelesaian damai,” terang Rudianto.

Dukungan terhadap Supriyani tak hanya datang dari Rudianto, tetapi juga dari masyarakat luas yang menilai tindakan pidana dalam kasus itu tidak sepadan dengan apa yang terjadi. Keputusan PN Andoolo untuk menangguhkan penahanan Supriyani dianggap sebagai langkah yang bijak.

“Keterlibatan negara dalam kasus seperti ini seharusnya diminimalisir, mengingat Supriyani hanya berusaha menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik. Ia mengapresiasi tindakan mediasi yang dilakukan pihak kepolisian dan pemerintah setempat, meskipun belum membuahkan hasil damai,” paparnya.

Kasus Supriyani adalah cerminan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, bahwa tugas mendidik kadang berbenturan dengan aturan hukum.

“Terlepas dari proses pengadilan yang berjalan, banyak pihak berharap agar kasus ini bisa berakhir dengan damai, membuka ruang bagi penerapan keadilan yang lebih berimbang dan berperikemanusiaan,” ujar Rudianto.

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga15 Oktober 2026 16:24
KONI Makassar Tantang Cricket Tambah Emas di Porprov 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pengurus Cabang Olahraga Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kota Makassar periode 2026-2030 resmi dilantik dalam ac...
Nasional15 Oktober 2026 15:50
Negara Tak Boleh Kalah! Kapolri Perintahkan Kapolda Buru Bandar Narkoba
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memerintahkan seluruh Kapolda memetakan kampung-kampung yang menjadi sarang pered...
Ekonomi15 Oktober 2026 15:44
Utang RI Makin Bengkak! Tembus Rp8.248 Triliun pada Agustus 2026
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$459,3 miliar atau sekitar Rp8.248 triliu...
Daerah15 Oktober 2026 15:29
Sidrap Jadi Kabupaten dengan Kemiskinan Terendah di Sulsel, Angkanya Turun Jadi 4,65 Persen
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatatkan penurunan angka kemiskinan yang signifikan. Pada tahun 2...