Sekolah Rakyat Jadi Sorotan di Reses Kadir Halid, Warga Tanyakan Syarat Penerimaan

Muh Saddam
Muh Saddam

Senin, 27 Juli 2026 13:35

Ketua Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Kadir Halid.
Ketua Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Kadir Halid.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Kadir Halid, menerima aspirasi masyarakat terkait program Sekolah Rakyat saat menggelar reses masa sidang III Tahun 2025/2026 di Kompleks Griya Kumala Harapan Blok D, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, Makassar, Senin (27/7/2026).

Salah satu warga, Jamal, mempertanyakan mekanisme penerimaan peserta didik di Sekolah Rakyat.

Menurutnya, masyarakat ingin mengetahui apakah anak-anak dari keluarga yang memiliki banyak tanggungan dan kurang mampu dapat memperoleh kesempatan bersekolah di program tersebut, mengingat seluruh kebutuhan pendidikan dikabarkan akan ditanggung pemerintah.

Menanggapi hal itu, Kadir Halid menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Sudiang masih berlangsung dan progresnya diperkirakan telah mencapai sekitar 30 hingga 40 persen.

“Memang pembangunannya masih berproses, mungkin sudah sekitar 30 sampai 40 persen. Mudah-mudahan setelah selesai, masyarakat Kota Makassar yang memenuhi kriteria bisa diterima bersekolah di sana,” kata Kadir.

Ia mengungkapkan, Sekolah Rakyat dibangun di atas lahan seluas 10 hektare yang disiapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan, asrama, hingga sarana olahraga.

Politisi Golkar itu menyampaikan bahwa, sasaran utama program ini adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu. Seluruh kebutuhan peserta didik akan ditanggung pemerintah.

“Di sana nanti siswa diasramakan dan seluruh biaya pendidikan ditanggung penuh oleh pemerintah. Fasilitasnya juga lengkap, termasuk sarana olahraga,” ujarnya.

Kadir menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyiapkan kawasan seluas hampir 72 hektare di Sudiang untuk mendukung pengembangan program tersebut.

Ia mengaku akan berkoordinasi dengan Komisi E DPRD Sulsel guna memperoleh informasi lebih rinci mengenai pelaksanaan Sekolah Rakyat.

Meski demikian, hingga kini pemerintah belum menetapkan syarat resmi penerimaan peserta didik, termasuk kemungkinan penggunaan indikator desil sebagai dasar seleksi calon siswa.

“Persyaratannya belum diumumkan. Apakah nanti menggunakan desil 1, 2, atau 3, itu masih menunggu keputusan pemerintah. Mudah-mudahan segera diketahui sehingga masyarakat bisa mempersiapkan diri,” tutup Kadir.

Selain di Makassar, Kadir menyebut Sekolah Rakyat di Kabupaten Barru telah mulai beroperasi, sementara pembangunan sekolah serupa di Kabupaten Bone masih berlangsung.

Ia berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Sudiang dapat rampung pada 2027 sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga prasejahtera.

 Komentar

Berita Terbaru
Ekonomi27 Juli 2026 14:19
Penataan Alun-alun Citra Emas Dimulai, Bupati Pangkep Yusran Lalogau Pastikan Pedagang Tetap Bisa Berusaha
Pedomanrakyat.com, Pangkep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mulai menata kawasan Alun-alun Citra Emas di Kelur...
Ekonomi27 Juli 2026 13:43
Di Batam, Wabup Puspawati Tekankan Peran Diaspora Luwu Raya Bangun Daerah Perantauan
Pedomanrakyat.com, Lutim – Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, menghadiri pelantikan pengurus Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga L...
Metro27 Juli 2026 13:04
Senator Hidayat Samsu Ajak Warga Manfaatkan Kantor Perwakilan di Makassar, Jadi Ruang Menyampaikan Aspirasi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Anggota DPD RI, Al Hidayat Samsu, mengajak masyarakat Sulawesi Selatan memanfaatkan Kantor Perwakilan DPD RI Sulse...
Daerah27 Juli 2026 12:36
Hari Mangrove Sedunia 2026, Wabup Pangkep Ajak Masyarakat Lestarikan Ekosistem Pesisir
Pedomanrakyat.com, Pangkep – Wakil Bupati Pangkep, Abd. Rahman Assagaf, menghadiri peringatan Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 yang dipusatkan d...