Pedomanrakyat.com, Sidrap – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menghadiri Rapat Koordinasi Cetak Sawah Rakyat dan Mitigasi Kekeringan Wilayah Sulawesi Selatan Tahun 2026 di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, pada Kamis (21/5/2026).
Rapat koordinasi yang diikuti oleh sejumlah kepala daerah se-Sulawesi Selatan tersebut membahas percepatan program cetak sawah baru serta langkah mitigasi kekeringan guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Turut hadir, Kepala Kejaksaan Negeri Sidrap Adhy Kusumo Wibowo, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong, Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf. Andi Zulhakim Asdar, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Ibrahim, serta Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Andi Safari Renata.
Baca Juga :
Dalam kesempatan itu, Syaharuddin Alrif menyampaikan realisasi program cetak sawah di Kabupaten Sidrap menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Dari target awal 1.500 hektare, lahan yang telah berhasil dicetak dan dipanen mencapai sekitar 700 hektare dengan produktivitas mencapai 7,2 ton per hektare setiap kali panen.
“Produktivitas ini menunjukkan potensi besar sektor pertanian Sidrap dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sidrap menargetkan penambahan cetak sawah seluas 600 hektare. Namun demikian, pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah kendala dalam penyusunan Survey Investigation Design (SID).
Terutama terkait perbedaan data poligon, Lahan Baku Sawah (LBS), Luas Tambah Tanam (LTT), hingga keberadaan lahan kebun jagung yang sudah tidak dimanfaatkan.
Sebagai tindak lanjut, Bupati Sidrap bersama jajaran terkait akan segera menggelar rapat koordinasi guna memetakan kembali potensi wilayah yang dapat dimanfaatkan untuk program cetak sawah.
Menurutnya, program cetak sawah yang berjalan pada tahun 2025 telah terlaksana dengan baik, meskipun masih terdapat beberapa titik yang memerlukan penyempurnaan.
Untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan program ke depan, Syaharuddin Alrif mengusulkan sistem swakelola dalam pengelolaan cetak sawah.
Hal itu dinilai lebih efektif karena Kabupaten Sidrap memiliki sekitar 300 hingga 400 unit alat berat yang siap digunakan, sehingga tidak perlu lagi menunggu mobilisasi alat dari luar Sulawesi Selatan.
Dalam rakor tersebut, Bupati Sidrap juga menyerahkan langsung proposal usulan kepada Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna mendapatkan dukungan infrastruktur air pasca-cetak sawah.
Usulan tersebut meliputi program Irrigation Modernization Program (IRPOM), irigasi perpipaan, jaringan tersier, long storage, embung, serta dam parit guna menjamin ketersediaan air bagi lahan sawah baru.
Pemerintah Kabupaten Sidrap menegaskan komitmennya dalam mendukung target produksi satu juta ton gabah sebagai bagian dari program nasional Kementerian Pertanian RI.
“Target ini menjadi bukti kesiapan Sidrap dalam memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional,” tambahnya.
Pihak BBWS menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan siap mengupayakan dukungan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) maupun anggaran tahun 2026/2027 untuk melanjutkan konstruksi titik-titik yang belum selesai pada 2025.
Selain itu, pihak balai juga membuka peluang pengembangan potensi lahan hingga 20 ribu hektare setelah usulan SID disampaikan.
Sementara itu, Kepala BPLIP Kelas I Makassar, Rustan Massinai, saat membuka kegiatan menjelaskan bahwa program cetak sawah di Sulawesi Selatan kini mulai berjalan melalui sistem tender dan e-katalog.
Ia menyebutkan, terdapat 29 paket pekerjaan cetak sawah yang tersebar di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Khusus Sulawesi Selatan, sebanyak 18 paket telah tayang dan lima di antaranya sudah mulai berjalan di lapangan.
“Nah, ini sudah berjalan, bahkan sudah ada yang kira-kira 20 persen sudah dikonstruksi di lokasi,” ujarnya.
Lokasi pekerjaan tersebut tersebar di sejumlah daerah seperti Luwu Utara, Belopa, Lamasi hingga Masamba.
Pemerintah menargetkan sekitar 7.000 hektare sawah baru dapat dikembangkan di Sulawesi Selatan pada tahun 2026.
Rustan menambahkan, beberapa paket pekerjaan di Sidrap dan Gowa saat ini masih dalam proses tender dan evaluasi.

Komentar