Sudirman Bungi Kasih Paham Paslon JADI Soal Penganggaran-Pembangunan: Harus Gunakan Prinsip Money Follow Function

Muh Saddam
Muh Saddam

Rabu, 13 November 2024 08:35

Paslon Irwan-Sudirman
Paslon Irwan-Sudirman

Pedomanrakyat.com, Pinrang – Calon Bupati dan Wakil Bupati Pinrang nomor urut 02, Irwan Hamid-Sudirman Bungi menayakan terakit strategi dalam rangka menjembatani antara anggaran dan pembangunan dengan menggunakan anggaran yang terbatas.

Dimana, pertanyaan itu dilontarkan Sudirman Bungi saat sesi tanya jawab untuk Pasangan Calon atau Paslon 01, Ahmad Jaya Baramuli-Abdillah Natsir, dalam debat publik kedua Pilkada Pinrang, Selasa (12/11/2024) malam.

Mengawali pertayaannya, Sudirman Bungi menuturkan bahwa, penyusunan APBD ada dua tahapan, yakni penyusunan program pembangunan dan ada tahapan penganggaran.

Biasanya dari seluruh akumulasi yang ingin dilakukan itu lebih besar nominalnya dibanding dengan asumsi pendapatan yang disusun pada tahap penganggaran .

“Nah, bagaiama Paslon nomor 1 menyusun strategi di dalam rangka menjembatani antara anggaran dan pembangunan. Sehingga dengan anggaran yang terbatas itu cukup membiayai seluruh program yang ada ada dalam proses yang ada?,” tanya Sudirman Bungi.

Ahmad Jaya Baramuli kemudian menjawab pertanyaan dari Sudirman Bungi dengan mengatakan bahwa pengalokasian anggara harus berada dan berdasarkan pada koridor visi-misi Paslon.

“Itu tentunya bisa dibicarakan di DPRD dan sekali lagi bahwa perencanaan anggaran itu cukup untuk program apa yang dijalankan visi-misi tersebut,” jelasnya.

Usai menjelaskan jawaban tersebut, Sudirman Bungi kemudian memberika sanggahan dengan mengatakan jawaba yang dipaparkan Ahmad Jaya Baramuli kurang tepat.

“Saya kira Paslon nomor 01 agak kurang menyimak pertanyaan saya. Fungsi anggaran dalam menjembatani pembangunan dengan penganggaran harus digunakan prinsip money follow function. Artinya program boleh banyak tapi kita harus melihat cukup tidak uang, kalau seluruh program mau dilakukan tidak akan cukup uang,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, ada yang dikatakan program-program prioritas yang mana yang memang menyentuh pada kebutuhan dan persoalan masyarakat maka kesanalah jumlah uang yang terbatas itu kita alokasikan.

“Tidak akan mampu kita memperoleh anggaran untuk membiayai semua program yang ada dalam visi misi kita. Oleh karena itu perhatikan apa yang prioritas dan gunakan uang yang terbatas itu untuk program yang sangat prioritas tersebut,” tandasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga15 Oktober 2026 16:24
KONI Makassar Tantang Cricket Tambah Emas di Porprov 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pengurus Cabang Olahraga Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kota Makassar periode 2026-2030 resmi dilantik dalam ac...
Nasional15 Oktober 2026 15:50
Negara Tak Boleh Kalah! Kapolri Perintahkan Kapolda Buru Bandar Narkoba
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memerintahkan seluruh Kapolda memetakan kampung-kampung yang menjadi sarang pered...
Ekonomi15 Oktober 2026 15:44
Utang RI Makin Bengkak! Tembus Rp8.248 Triliun pada Agustus 2026
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$459,3 miliar atau sekitar Rp8.248 triliu...
Daerah15 Oktober 2026 15:29
Sidrap Jadi Kabupaten dengan Kemiskinan Terendah di Sulsel, Angkanya Turun Jadi 4,65 Persen
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatatkan penurunan angka kemiskinan yang signifikan. Pada tahun 2...