Sultan Tajang Desak Tim Khusus Selamatkan Danau Tempe

Muh Saddam
Muh Saddam

Senin, 12 Januari 2026 21:48

Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Sulsel.
Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Sulsel.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait penyelamatan Danau Tempe yang dinilai belum berkesinambungan.

RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, dan dihadiri sejumlah anggota Komisi D, Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Dinas Sumber Daya Air, serta Badan Keuangan dan Aset Daerah.

Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Sultan Tajang, menyampaikan bahwa pihaknya mendorong pembentukan tim khusus penyelamatan Danau Tempe.

Menurutnya, aspirasi masyarakat Wajo dan wilayah sekitar seperti Kabupaten Sidenreng Rappang dan Soppeng perlu segera direspons secara konkret.

“Langkah ini mendesak karena kondisi Danau Tempe semakin memprihatinkan. Sekitar 20 sungai di Sulawesi Selatan bermuara ke Danau Tempe, sementara jalur pembuangan hanya satu, yaitu Sungai Walanae–Cendranae yang bermuara ke Teluk Bone. Kondisi ini menyebabkan beban tampungan air sangat besar,” ujarnya.

Akibat ketimpangan tersebut, banjir hampir setiap tahun melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Wajo.

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, diperlukan langkah terukur dan terencana, terlebih Danau Tempe telah masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional.

Ia berharap pemerintah pusat segera mengambil tindakan nyata untuk menyelamatkan Danau Tempe, sekaligus mengatasi kerusakan lingkungan dan kerugian masyarakat, terutama pada sektor pertanian.

Komisi D DPRD Sulsel mendorong agar tim penyelamatan Danau Tempe segera dibentuk sehingga implementasi Perpres dapat direalisasikan.

Tim tersebut diharapkan mampu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan maupun pemerintah pusat.

Sultan Tajang mengungkapkan, jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di wilayah sekitar Danau Tempe cukup besar, meskipun belum dapat dirinci secara pasti.

Di Kabupaten Wajo, beberapa kecamatan yang kerap terdampak banjir antara lain Kecamatan Tempe, Sabbangparu, Pammana, Tanasitolo, dan Belawa.

Ia menjelaskan, jika curah hujan tinggi terjadi di daerah sekitar seperti Kabupaten Sidenreng Rappang, Enrekang, Soppeng, dan Bone, aliran air akan bermuara ke Danau Tempe sehingga risiko banjir meningkat, khususnya pada akhir hingga awal tahun.

“Sering kali hujan tidak turun di Wajo, tetapi turun di Enrekang atau Sidrap. Namun banjir justru terjadi di Wajo karena semua aliran air masuk ke Danau Tempe,” tutupnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik01 Oktober 2026 23:36
Resmi Ditutup, 134 Peserta Siap Ikuti Pelatihan Relawan Penegakan Hukum Pemilu Bawaslu Sulsel
Pedomanrakyat.com, Makassar – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Selatan mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti ...
Metro01 Oktober 2026 23:13
Hari Kesaktian Pancasila, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Ajak ASN Hidupkan Nilai-Nilai Pancasila
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk...
Nasional01 Oktober 2026 22:31
Pemerintah Siapkan Pembentukan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Pemerintah menyiapkan pembentukan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BP-GMN) untuk memperkuat tata kel...
Metro01 Oktober 2026 22:08
APBD-P 2026 Makassar Rp5,26 Triliun, Appi: Layanan Dasar dan Kebutuhan Warga Jadi Prioritas
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar bersama DPRD Kota Makassar resmi mengetok palu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (AP...