Tak Bayar Pajak Sejak 2010, Komisi B DPRD Makassar Ancam Segel Warung Coto Paraikatte

Muh Saddam
Muh Saddam

Senin, 02 Maret 2026 22:11

Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail.
Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar menyoroti dugaan ketidakpatuhan pajak salah satu rumah makan ternama di Makassar, Coto Paraikatte. Usaha kuliner tersebut disebut tidak menyetor pajak restoran sejak 2010.

Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, membenarkan temuan tersebut usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah wajib pajak dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Senin (2/3/2026).

“Hari ini kami kembali RDP terkait hasil sidak pekan lalu. Dari 17 pengusaha yang hadir, 16 kooperatif dan bersedia membayar pajak serta tunggakannya. Hanya satu yang tidak kooperatif,” ujar Ismail.

Ia menyebut, satu wajib pajak yang dimaksud adalah Coto Paraikatte. Menurutnya, rumah makan tersebut tercatat tidak pernah menyetor pajak restoran sejak 2010 hingga saat ini.

“Coto Paraikatte ini cukup terkenal. Namun berdasarkan data, sejak 2010 tidak pernah bayar pajak restoran,” tegasnya.

Ismail menjelaskan, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang pajak dan retribusi daerah, setiap pelaku usaha makanan dan minuman wajib memungut serta menyetorkan pajak sebesar 10 persen dari konsumen.

Ia menambahkan, Bapenda telah beberapa kali melayangkan teguran sejak awal usaha tersebut beroperasi. Namun, teguran pertama hingga ketiga disebut tidak diindahkan.

“Alasannya tidak tahu. Padahal sistem Bapenda sudah menyampaikan kewajiban itu sejak awal buka. Teguran juga sudah beberapa kali diberikan,” katanya.

Komisi B merekomendasikan agar Bapenda segera melakukan uji petik untuk menghitung omzet riil usaha tersebut. Jika tetap tidak kooperatif, DPRD meminta penindakan tegas.

“Kalau setelah uji petik tetap tidak mau bayar pajak, kami rekomendasikan untuk disegel,” ujar Ismail.

Ia juga menyoroti persoalan pajak parkir di sejumlah cabang Coto Paraikatte, khususnya di Jalan Lanto Dg Pasewang dan Perintis Kemerdekaan.

Menurutnya, pengelolaan parkir di dalam area usaha merupakan ranah pajak parkir Bapenda, berbeda dengan parkir tepi jalan yang menjadi kewenangan PD Parkir.

“Informasi yang kami terima, ada pembayaran, tetapi tidak sesuai rekomendasi Bapenda. Kami minta manajemen segera berkoordinasi. Jika tidak, minggu ini Bapenda turun uji petik,” tegasnya.

Terkait penandatanganan surat pernyataan kesediaan membayar pajak, Ismail menyebut pihak manajemen belum menandatangani dokumen tersebut dan meminta untuk membawanya terlebih dahulu.

“Itu tidak boleh. Kalau dalam satu-dua hari tidak ada komunikasi dan tanda tangan, kami minta Bapenda langsung turun,” ujarnya.

Sementara itu, Pemilik Coto Paraikatte, Sudirman, mengaku setahunya pembayaran pajak dilakukan hingga 2019 untuk lokasi di Pettarani dan Perintis. Namun, ia menyebut tidak mengetahui secara detail terkait kewajiban pajak restoran 10 persen tersebut.

“Setahu saya sampai 2019 itu membayar. Terkait 10 persen, memang kami tidak tahu. Selain itu usaha kami juga mengalami penurunan yang drastis,” katanya.

Komisi B menegaskan, kewenangan DPRD dalam hal ini adalah fungsi pengawasan terhadap kepatuhan wajib pajak. Sementara besaran nilai dan mekanisme pembayaran sepenuhnya menjadi ranah Bapenda.

DPRD berharap seluruh pelaku usaha di Makassar dapat memenuhi kewajiban pajaknya sebagai kontribusi terhadap pendapatan daerah.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Agustus 2026 12:22
Maulid DWP Makassar, Ketua Tim Penggerak PKK Makassar Ingatkan Pentingnya Doa dan Dukungan Istri
Pedomanrakyat.com, Makassar — Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, membuka kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang disel...
Metro31 Agustus 2026 11:50
DPRD Makassar Inisiasi Ranperda Jamsostek, Perkuat Perlindungan Pekerja
Pedomanrakyat.com, Makassar – DPRD Kota Makassar menginisiasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosi...
Metro31 Agustus 2026 09:06
Wali Kota Munafri Bawa Penguatan Pengelolaan Aset Daerah ke Rapat Paripurna DPRD Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajukan perubahan regulasi pengelolaan barang milik daerah. Perubahan te...
Otomotif31 Agustus 2026 08:48
Tasming Hamid Dukung Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V, 500 Offroader Ramaikan Rute Menuju Parepare
Pedomanrakyat.com, Perapare- Sebanyak 500 peserta mengikuti Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V Tahun 2026 yang digelar selama tiga hari, 28-30 Agus...