Terungkap di Sidang Nurdin Abdullah: Uang Suap Agung Diserahkan di Jalan Macan Lalu Edy Berulang Kali Naik ke Mobil Berbeda

Zafran Alvaro
Zafran Alvaro

Kamis, 09 September 2021 16:06

Terungkap di Sidang Nurdin Abdullah: Uang Suap Agung Diserahkan di Jalan Macan Lalu Edy Berulang Kali Naik ke Mobil Berbeda 

Pedoman Rakyat,Makassar – Sidang kasus suap dan gratifikasi menyeret nama Gubernur nonaktif Sulsel, Nurdin Abdullah, kembali digelar hari ini, Kamis (9/9/2021). Sidang hari ini banyak mengungkap proses sebelum terjadi operasi tangkap tangan (OTT) di rumah jabatan (rujab) Gubernur Sulsel.

Sopir dari terdakwa Agung Sucipto dan Edy Rahmat dihadirkan yakni Nuryadi serta Irfandi.

Awalnya, dibeberkan Irfandi, jika dirinya diajak oleh Edy Rahmat untuk makan malam di kafe Pancious yang terletak di Jl Hertasing. Setelah makan malam, Irfandi diperintahkan oleh Edy Rahmat untuk menunggu di mobil, sementara Edy Rahmat masih di dalam kafe.

Tak berselang lama, Agung Sucipto kemudian datang dan masuk ke dalam kafe untuk bertemu dengan Edy Rahmat. Setelah selesai, Edy Rahmat tak masuk ke dalam mobil pribadi melainkan masuk ke mobil Agung Sucipto.

“Pak Edy telepon saya untuk ikuti mobil Sedan BMW karena Pak Edy ada dalam mobil itu. Kemudian saya ikuti sampai mobil berhenti di Taman Macan,” jelasnya.

Irfandi mengaku, ada koper berwarna hijau yang dimasukkan dalam bagasi mobilnya. Isinya adalah uang senilai Rp1 miliar.

“Ada yang bawa koper ke bagasi mobil. Saya bukakan pintu bagasi belakang dan Pak Edy kembali masuk ke mobil dan duduk di samping saya,” terangnya.

Setelah itu, ia diajak Edy Rahmat untuk menuju ke sekitar pelabuhan. Di sana, Edy Rahmat kembali turun dari mobil dan masuk ke dalam mobil HRV yang misterius menuju ke Lego-Lego.

“Setelah berputar-putar dan ke Lego-lego, Pak Edy keluar dari mobil HRV dan masuk lagi ke mobil pribadi. Setelah itu kami langsung pulang,” sambungnya.

Dari semua penjelasan Irfandi di persidangan, ia sama sekali tak menyebut adanya komunikasi dengan Nurdin Abdullah. Pernyataan itu juga dikuatkan oleh sopir pribadi Agung Sucipto.

Sopir pribadi AS, Nuryadi menjelaskan jika dirinya tak pernah mendengar AS melakukan komunikasi dengan NA. Bahkan ia mengaku tak pernah membawa koper apapun ke Rujab Gubernur.

“Saya tidak pernah bawa koper apapun ke Rujab Gubernur,” bebernya.

Ia hanya diperintahkan oleh AS untuk memindahkan sejumlah uang dalam koper ke mobil pribadi Edy Rahmat. “Ada dua kantong plastik warna hitam dan ada koper. Saya rasa itu uang tapi saya tidak berani hitung,” sebut Nuryadi.

Penulis : reza

 Komentar

Berita Terbaru
Metro09 Oktober 2026 22:24
Pemkab Pinrang Siapkan Nomor Darurat 112, Respons Cepat Bencana dan Kegawatdaruratan
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Pemerintah Kabupaten Pinrang mulai mematangkan persiapan layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 untuk memud...
Metro09 Oktober 2026 21:21
Terima Komisi VII DPR RI, Andi Sudirman Perjuangkan Dukungan untuk 3 Juta UMKM Sulsel
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menerima kunjungan kerja dalam rangka kunjungan kerja reses Komis...
Metro09 Oktober 2026 20:24
Dari Makassar, 500+ Pemimpin Lintas Sektor Membahas Masa Depan Kepemimpinan Indonesia
Pedomanrakyat.com, Makassar – Lebih dari 500 pemimpin dan profesional dari berbagai sektor berkumpul di Makassar Leadership Summit (MLS) 2026 di...
Metro09 Oktober 2026 19:27
Munafri Minta Dukungan Pusat Perkuat Industri, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan Kota Makassar kepada Komisi VII ...