Tetap Harus Diproses Hukum Meski Sudah Minta Maaf, Polisi yang Banting Pendemo

A. Zafran
A. Zafran

Kamis, 14 Oktober 2021 16:52

Tetap Harus Diproses Hukum Meski Sudah Minta Maaf, Polisi yang Banting Pendemo

Pedoman Rakyat, Jakarta – Seorang oknum polisi berinisial NP membanting M Faris atau MFA (21), pendemo mahasiswa di depan Pemkab Tangerang, meminta maaf.

“Oknum NP sudah meminta maaf secara langsung kepada saudara MFA dan orang tua saudara MFA dan tindakan tersebut bersifat refleks dan tidak ada tujuan mencelakai bersangkutan,” kata Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro dalam jumpa pers di kantornya, Rabu, (13/10/2021), kemarin.

Sponsored by ADVERTNATIVE

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) ikut merespon insiden tersebut. Melalui Ketua Bidang Kampanye dan Jaringan (YLBHI) Arip Yogiawan mengutuk keras tindakan represif aparat Kepolisian pada mahasiswa yang sedang unjuk rasa di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (13/10/2021).

Menurut dia, meski oknum aparat tersebut telah meminta maaf tetap harus ada proses hukum atas kejadian tersebut. “Jadi kami mengutuk keras tindakan tersebut walaupun sudah meminta maaf saya kira ini tetap harus diproses,” kata Arip dalam diskusi daring, Kamis (14/10/2021).

Arip menilai, pendemo tersebut telah diperlakukan tidak manusiawi oleh oknum kepolisian serta direndahkan harkat dan martabatnya. Oleh karena itu, pihaknya mengutuk keras tindakan represif oknum polisi tersebut dan berharap adanya proses hukum.

“Bagaimana kemudian demonstran diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi. Terus kemudian dihilangkan harkat, drajat, martabatnya,” ujar dia.

Sebelumnya, tindakan represif dilakukan seorang anggota polisi saat mahasiswa menggelar unjuk rasa di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (13/10/2021).

Bentuk represi itu terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial. Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Tangerang saat memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-389 Kabupaten Tangerang.

Para mahasiswa menuntut tiga hal kepada Bupati Tangerang Zaki Iskandar, yaitu soal limbah perusahaan yang belum juga teratasi di Kabupaten Tangerang, melencengnya tugas pokok dan fungsi dari relawan Covid-19, serta persoalan infrastruktur di wilayah itu. Di tengah aksi unjuk rasa itulah seorang mahasiswa dari UIN Maulana Hasanudin, yaitu FA, dibanting seorang brigadir polisi berinisial NP dari Polres Kota Tangerang.

 Komentar

Berita Terbaru
Hukum/Kriminal26 Oktober 2021 20:46
Pelaku Pembunuh Orang Tua dan Saudari Kandung di Bantaeng Sulsel Diduga Alami Gangguan Jiwa
Pedoman Rakyat, Bantaeng- Kepolisian Resor (Polres) Bantaeng kini telah mengamankan A (30), pria keji yang tega membunuh kedua orang tuanya serta saud...
Nasional26 Oktober 2021 19:23
Jokowi Minta Harga Tes PCR Rp 300.000, Kemenkes: Segera Kami Tindak Lanjuti
Pedoman Rakyat, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan menindaklanjuti permintaan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) agar harga tes P...
Ekonomi26 Oktober 2021 18:11
Maraknya Pinjol Ilegal, Menkeu Sri Mulyani: Masyarakat Menderita dari Praktik Semacam Ini
Pedoman Rakyat, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyinggung maraknya praktik pinjaman online (pinjol) ilegal yang terjadi di In...
Hukum/Kriminal26 Oktober 2021 17:47
Aksi Unjuk Rasa Sejumlah Mahasiswa di Makassar Ricuh, Perwira Polisi Terkena Lemparan Batu
Pedoman Rakyat, Makassar- Aksi unjuk rasa sejumlah mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) berakhir ricuh. Satu pejabat polisi terkena l...