Wamenhut Dorong Replikasi Model Konservasi Berbasis Masyarakat di Sukabumi

Muh Saddam
Muh Saddam

Rabu, 08 April 2026 18:11

Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki memimpin aksi penanaman bibit pohon dalam peringatan Hari Hutan Internasional.
Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki memimpin aksi penanaman bibit pohon dalam peringatan Hari Hutan Internasional.

Pedomanrakyat.com, Sukabumi – Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki memimpin aksi penanaman bibit pohon dalam peringatan Hari Hutan Internasional di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (7/4/2026).

Mengusung tema “Hutan dan Ekonomi untuk Percepatan SNDC dan FOLU Net Sink Jawa Barat”, kegiatan ini menjadi tonggak penguatan benteng konservasi sekaligus ekonomi di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Dalam arahannya, Wamenhut menekankan bahwa konservasi tidak boleh memisahkan masyarakat dari kesejahteraan. Penanaman yang dilakukan masyarakat ini merupakan bukti nyata kolaborasi antara Kementerian Kehutanan, IPB University, pemerintah daerah, dan kelompok tani.

“Kita berkumpul bukan sekadar seremoni, tapi memperkuat benteng konservasi dan ekonomi. Penanaman pohon ini adalah langkah strategis untuk menyambung kembali koridor hijau yang terputus, memastikan satwa kebanggaan seperti Elang Jawa, Owa Jawa, dan Macan Tutul Jawa dapat berkembang biak dengan aman,” ujar Wamenhut.

Penanaman pohon oleh masyarakat didominasi oleh jenis Multi Purpose Tree Species (MPTS) atau pohon multifungsi sebesar 70%, sementara 30% sisanya merupakan tanaman kehutanan endemik seperti Puspa dan Rasamala.

Komposisi ini dirancang agar masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari buah-buahan, sambil tetap memulihkan fungsi hutan sebagai penyerap karbon dan penyedia air.

Wamenhut juga menyoroti tantangan pemulihan lahan kritis di kawasan konservasi Jawa Barat. Menurutnya, rehabilitasi di hulu Sukabumi berfungsi sebagai “menara air” yang menjamin ketersediaan air untuk irigasi, industri, hingga kebutuhan air minum masyarakat di hilir dan perkotaan.

“Para petani di sini adalah pahlawan lingkungan. Melalui penanaman di lahan sendiri, Bapak-Ibu telah menjaga ketersediaan air bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan bibit secara simbolis kepada delapan petani yang mewakili empat desa penyangga, yaitu Desa Cipeuteuy, Mekarjaya, Cihamerang, dan Kabandungan. Acara dilanjutkan dengan dialog interaktif bertajuk “Rembuk Penyangga Halimun Salak: Desa Berdaulat, Hutan Terawat, Ekonomi Kuat”.

Wamenhut berpesan agar seluruh jajaran dan mitra kerja tidak berhenti pada tahap penanaman saja.

“Tugas yang lebih berat adalah memastikan tanaman itu hidup dan memberikan manfaat nyata secara ekonomi. Saya berharap IPB University dan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak terus mendampingi masyarakat agar kegiatan ini menjadi percontohan yang bisa direplikasi di daerah lain,” pungkasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional04 September 2026 23:25
Zona Merah Turun Drastis, Kemenhut Terus Fokus Operasi Karhutla
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengonfirmasi perbaikan kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak Kebakaran Hutan d...
Daerah04 September 2026 22:25
KNPI Sulsel Tunjuk Shalman sebagai Caretaker, Siapkan Konsolidasi Pemuda Sidrap
Pedomanrakyat.com, Sidrap – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan menunjuk Andi Shalman sebagai Ketua Caretaker DPD KNPI ...
Daerah04 September 2026 21:19
Kejar Akses Listrik ke Pelosok, Pemkab Pinrang Percepat Program Lisdes 2026
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Upaya memperluas akses listrik hingga ke wilayah yang selama ini belum terjangkau terus didorong Pemerintah Kabupat...
Nasional04 September 2026 20:24
Komisi IV DPR RI Setujui Usulan Tambahan Anggaran Kemenhut, Fokus Mitigasi Karhutla hingga Pemulihan Hutan
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Komisi IV DPR RI menyetujui usulan Anggaran Belanja Tambahan Kementerian Kehutanan Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp4,...