Waspada! Stroke Bisa Sebabkan Kematian, Kenali Gejala dan Risikonya

Nhico
Nhico

Rabu, 06 November 2024 09:53

Ilustrasi Stroke.(F-INT)
Ilustrasi Stroke.(F-INT)

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) di Bintaro Jaya Sahar Aritonang menyampaikan bahwa stroke adalah kondisi klinis serius yang berkembang cepat akibat gangguan pada saraf, yang dapat berlangsung lebih dari 24 jam dan berpotensi menyebabkan kematian.

“Jadi yang dikatakan stroke itu adalah suatu keadaan di mana ditemukan tanda-tanda klinis yang berkembang cepat berupa gangguan saraf sebagian atau menyeluruh, dapat memberat dan berlangsung selama 24 jam atau lebih atau dapat menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskular atau pembuluh darah,” kata dokter lulusan Universitas Diponegoro tersebut dalam wawancara eksklusif memperingati Hari Stroke Sedunia secara daring di Jakarta, Selasa 29 Oktober 2024.

Dokter Sahar menjelaskan bahwa kasus stroke sendiri terus meningkat, dengan laporan mencatat 12,2 juta kasus baru setiap tahun atau satu kasus terjadi setiap tiga detik. Bahkan, satu dari empat orang berisiko mengalami stroke dalam hidupnya, dengan peningkatan kejadian sebesar 50 persen dalam 17 tahun terakhir.

stroke saat ini menjadi penyebab utama kecacatan dan penyebab kematian nomor dua di dunia. “Jadi kalau misalnya terjadi stroke, itu nanti akan mengakibatkan kematian jaringan otak yang terjadi akibat gangguan pasukan aliran darah yang membawa nutrisi dan oksigen ke otak, dapat diakibatkan oleh sumbatan atau penyumbatan, pecahnya pembuluh darah di otak,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa terdapat dua jenis stroke, yakni stroke iskemik akibat penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah, dan stroke hemoragik yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah. Stroke iskemik merupakan tipe yang paling umum, mencakup 87 persen dari total kasus stroke.

Faktor risiko stroke terbagi menjadi dua, yaitu yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia di atas 55 tahun, jenis kelamin (lebih sering pada pria), ras, faktor genetik, serta riwayat stroke sebelumnya.

Sedangkan faktor risiko yang dapat dimodifikasi meliputi hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, merokok, obesitas, kurang aktivitas fisik, serta pola makan tidak sehat.

Gejala stroke umumnya datang tiba-tiba, seperti kelemahan pada salah satu sisi tubuh, kesulitan bicara, gangguan penglihatan, pusing, kehilangan keseimbangan, sakit kepala, hingga kesulitan menelan.

Jika gejala-gejala itu muncul mendadak, tindakan segera yang sangat dianjurkan adalah menuju rumah sakit.

Selain itu, dokter menekankan bahwa aktivitas fisik secara rutin dapat menurunkan risiko stroke hingga 25 persen, misalnya cukup dengan olahraga 30 menit, lima kali seminggu, dapat memberikan dampak signifikan dalam pencegahan stroke.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional03 Juli 2026 07:25
Idrus Marham Puji Terobosan Presiden Prabowo dan Kinerja Bahlil soal CNG Tabung Merah Putih
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, memuji terobosan kebijakan pemerintah dalam mengh...
Nasional02 Juli 2026 23:30
Kemenhut Lepasliarkan Lima Individu Orangutan Tahap Ke-18 ke Taman Nasional Betung Kerihun
Pedomanrakyat.com, Kapuas Hulu – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Bal...
Metro02 Juli 2026 22:32
Sekda Makassar Tekankan Peran Strategis Muballigh dalam Menjaga Kerukunan Masyarakat
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Daerah Kota Makassar, Zulkifli Nanda, menekankan pentingnya peran muballigh dan imam kelurahan sebagai toko...
Metro02 Juli 2026 21:35
Andi Sudirman Dihadapan 72 Ribu Peserta Porsenijar Sulsel: Jadilah Guru Terbaik untuk Masa Depan Anak
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan perhatian terhadap kesejahteraan guru akan terus menj...