Aroma Politik Kotor Oknum ASN Pemkot-Bawaslu Makassar Berakhir di DKPP dan Kemendagri

Editor
Editor

Senin, 23 November 2020 16:51

Tampak depan kantor walikota Makassar dan Bawaslu Makassar.
Tampak depan kantor walikota Makassar dan Bawaslu Makassar.

Pedoman Rakyat, Makassar – Jelang pemungutan suara Pilwalkot Makassar pada 9 Desember mendatang, dugaan ada aroma mainan politik kotor antara oknum ASN di Pemkot dengan penyelenggara yakni Bawaslu Makassar mulai tercium.

Alhasil, Bawasu diadukan ke DKPP dan sejumlah ASN dilapor ke Kemendagri. Tim hukum dari Paslon nomor urut satu, yakni Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi yang melihat ada dugaan permainan politik ini yang terbang ke Jakarta melaporkan hal ini.

“Hari ini kita sudah di Jakarta untuk melaporkan ulah dari Bawaslu Makassar. Di mana sejumlah pelanggaran yang kita laporkan itu dimentahkan tanpa alasan yang jelas, bahkan terkesan tebang pilih dalam setiap penindakan,“ ujar Muktar Djuma di Jakarta, senin (23/11/2020).

Selain melaporkan Bawaslu Makassar ke DKPP, Tim Hukum juga melaporkan sejumlah ASN Pemkot Makassar ke Kemendagri.

“Jadi hari ini kita bagi tim tugas, saya sendiri yang ke DKPP dan Adnan Buyung Azis ke Kemendagri. Ini tidak boleh lagi didiamkan. Netralitas ASN dan independensi Bawaslu Makassar sudah tidak beres lagi dan ini sangat mencederai demokrasi kita di Kota Makassar dan secara otomatis telah merugikan hak konstitusi paslon ADAMA (Danny-Fatma),” tegas Muktar Djuma.

Saat didalami, apa saja kasus atau pelaporan yang disampikan ke DKPP dan Kemendagri. Mantan Ketua PDIP Makassar itu mengatakan, bahwa sangat jelas ada mainan politik kotor yang telah diperankan Bawaslu dan oknum di Pemkot Makassar.

“Tidak usah saya sampaikan di sini apa saja yang kami laporkan ke DKPP dan Kemendagri, intinya warga Makassar bukan orang bodoh dan tidak tahu permainan apa yang sedang dimainkan oleh Bawaslu dan Pemkot Makassar,” ungkapnya.

Bahkan sempat viral di media, Pj Wali Kota Rudy Djamaluddin meminta Bawaslu untuk tidak asal merespon issu tentang ASN tidak netral.

“Pernyataan Pj Rudy ini sangat jelas muatannya dan terkesan melindungi ASN yang memang tidak netral. Fakta banyak yang ditemukan dalam sebuah peristiwa ketidak netralan ASN Makassar, tapi pihak Bawaslu justru menjadi gagap mengambil tindakan tegas bahkan hanya mampu berdalih tidak memenuhi unsur, padahal faktanya jelas dan terang benderang,” jelas Muktar Djuma.

“Oleh karena itu, demi menjaga marwah demokrasi di Makassar, maka perilaku – prilaku Bawaslu dan Pemkot Makassar yang sangat bertentangan dengan marwah demokrasi itu sendiri harus kita tindaki hukum biar keadilan itu bisa hadir di wilayah hukum Kota Makassar,” tutup Muktar Djuma. (rls/zeg)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro19 Juli 2026 12:57
Auditor KONI Makassar Tegaskan Dana Hibah Cabor Sudah Sesuai Regulasi, Tuduhan LSM Tak Berdasar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Auditor Internal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar, Ayuzar, membantah berbagai tudingan yang...
Politik19 Juli 2026 08:13
Aklamasi! Ilham Arief Sirajuddin Resmi Pimpin Golkar Sulsel 2026–2031
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode...
Metro19 Juli 2026 07:49
Selamat! Andi Tenri Indah Dinobatkan sebagai Legislator Provinsi Terbaik Bidang Komunikasi dan Informasi Publik
Pedomanrakyat.com, Yogyakarta – Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Andi Tenri Indah, ditetapkan sebagai penerima Pemred Award 20...
Nasional18 Juli 2026 23:21
Wamenhut Tinjau PKRO SOCP dan Orangutan Haven, Empat Orangutan Sumatera Siap Dilepasliarkan ke Jambi
Pedomanrakyat.com, Sibolangit – Sebanyak empat individu Orangutan Sumatera hasil rehabilitasi di Pusat Konservasi dan Rehabilitasi Orangutan (PK...