DPR: Pelantikan Kepala Daerah 6 Februari Miliki Legitimasi Yuridis

Nhico
Nhico

Jumat, 31 Januari 2025 10:14

Ilustrasi Kepala daerah Terpilih di Pilkada.
Ilustrasi Kepala daerah Terpilih di Pilkada.

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menegaskan bahwa pelantikan kepala daerah hasil Pilkada 2024 yang akan berlangsung pada 6 Februari 2025 memiliki legitimasi yuridis.

Mereka yang dilantik pada tanggal tersebut merupakan kepala daerah terpilih yang tidak disengketakan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Bagi yang masih bersengketa di MK, pelantikan akan dilakukan setelah ada keputusan yang berkekuatan hukum tetap.

Menurut Rifqy, konstruksi hukum UU No. 10/2016 tentang Pilkada memungkinkan pelantikan kepala daerah terpilih dengan tidak serentak, tanpa menghilangkan makna keserentakan.

“Dalam pengertian, serentak bagi mereka yang tidak bersengketa, kemudian akan serentak kedua bagi mereka yang ditolak atau dissmisal (oleh MK),” ujar Rifqi, sapaan Rifqinizami, Rabu (29/1/2025).

Legislator NasDem dari Dapil Kalimantan Selatan I itu juga menjelaskan bahwa UU Pilkada mengamanatkan bahwa ketentuan lebih lanjut terkait pelantikan kepala daerah, mulai dari gubernur-wakil gubernur, bupati-wakil bupati, dan wali kota-wakil wali kota, diatur dalam peraturan presiden (perpres).

“Dan yang ketiga, tentu tidak memungkinkan serentak, karena putusan MK bagi permohonan perselisihan hasil pilkada akan beraneka ragam, misalnya itu pemungutan suara ulang, perhitungan ulang, atau berbagai macam amar putusan yang lain,” sambung Rifqi.

Pada pemerintahan sebelumnya, Presiden Joko Widodo sempat menerbitkan Perpres No. 80/2024 yang mengatur pelantikan gubernur pada 7 Februari 2024. Belakangan, pemerintah memutuskan untuk merevisi perpres tersebut sebagai dasar untuk melantik kepala daerah terpilih pada 6 Februari 2025.

“DPR dan pemerintah meyakini bahwa pelaksanaan pelantikan serentak bagi mereka yang tidak bersengketa, sepanjang mengacu pada revisi Perpres 80/2024 yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto, bisa dilakukan dan memiliki legitimasi yuridis,” jelas Rifqi.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro25 September 2026 20:22
Gubernur Sulsel bersama Sejumlah Tokoh Bangsa Hadiri Hari Nasional ke-96 Kerajaan Arab Saudi
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri perayaan Hari Nasional ke-96 Kerajaan Arab Saudi digel...
Metro25 September 2026 19:21
Kaukus Perempuan Parlemen Kenalkan TanyaIbu.com, Akses Informasi Kesehatan Bisa Lewat WhatsApp dan SMS
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kaukus Perempuan Parlemen Provinsi Sulawesi Selatan bersama Monash University Indonesia menggelar sosialisasi aplikasi...
Politik25 September 2026 19:19
Bupati Husniah Talenrang Jadi Tersangka Kasus PBG Gowa
Pedomanrakyat.com, Gowa — Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kor...
Metro25 September 2026 18:25
KONI Makassar Perkuat Kapasitas Korcam melalui Workshop Pembinaan dan Penguatan SDM
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (...