Empat Raja di Sulsel Berkumpul di Maros

Nhico
Nhico

Minggu, 29 Mei 2022 16:26

Empat Raja di Sulsel Berkumpul di Maros

Pedomanrakyat.com, Maros – Srikandi Dala Marusu menggelar silaturahmi akbar di Gedung Serba Guna Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, Minggu (29/5/2022).

Empat raja di Sulawesi Selatan (Sulsel) hadir dalam acara silaturahmi akbar itu. Diantaranya Raja Binuang XVIII, Andi Irfan Mappaewang beserta perangkat adatnya. Kedatuan Luwu XXXIX, Andi Bau Iwan Alamsyah Djemma Baru’e beserta perangkatnya.

Lalu, Raja Gowa ke XXXVIII Andi Kumala Idjo Karaeng Lembang Parang beserta perangkat lembaga adat Kerajaan Gowa. Serta pemangku adat Bone, Andi Baso Hamid.

Selain raja dan datu serta perangkatnya, juga hadir para pemangku adat, dan 300 komunitas pemerhati adat dan budaya.

Dalam acara silaturahmi akbar tersebut, Srikandi Dala Marusu’ juga akan meluncurkan buku Bunga Rampai Sejarah Maros. Buku tersebut ditulis oleh Andi Fahri Makkasau Karaeng Unjung dan Andi Isbullah Pallawagau.

Andi Fahri Makkasau Karaeng Unjung mengatakan, Buku Rampai Sejarah Maros itu menjelaskan tentang asal usul Kabupaten Maros.

Buku ini berisi sejarah Maros mulai dari abad 14 hingga memasuki masa kemerdekaan.

“Setiap kerajaan kami urai, hingga sistem pemerintahannya, sejarah raja-rajanya dan uraian zuriat dan nasabnya,” ujarnya.

Dia mengatakan, keinginan untuk menyelamatkan sejarah Butta Salewangan mendorongnya untuk menyusun buku ini.

“Semata-mata hanya ingin menyelamatkan sejarah, kepentingan masyarakat dan harga diri penerus kita,” ujarnya.

Andi Fahri menyebutkan dirinya membutuhkan waktu 33 tahun untuk merampungkan 10 bab dan 669 halaman buku ini. “Saya mulai menulis buku ini sekitar 1989 dan baru selesai, siap diluncurkan tahun ini,” tuturnya.

Dalam proses penyusunannya, dia menggunakan berbagai literatur dan juga melibatkan puluhan narasumber.

“Saya menggunakan literatur pokok dari sejarawan yang sudah lebih dulu menulis, naskah-naskah kolonial sebanyak 34, 88 narasumber,” ungkapnya.

Untuk saat ini, buku tentang sejarah Maros ini masih dijual secara manual dengan harga Rp285 ribu.

“Kita berharap, pemerintah daerah memanfaatkan buku ini untuk menjadi literasi budaya, sehingga pesan-pesan sejarah ini bisa meluas, sehingga penting masuk ke sekolah lebih bagus jika buku ini masuk muatan lokal,” katanya.

Sementara itu, Bupati Maros yang turut hadir mengapresiasi kegiatan budaya ini. “Atas nama pemerintah daerah, saya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan silaturahmi ini. Sebagai salah satu upaya dalam melestarikan dan mempertahankan adat dan budaya di Kabupaten Maros,” katanya.

Dengan adanya ajang silaturahmi seperti ini, kata Chaidir, diharapkan akan dapat mendorong berkembangnya pelestarian budaya dan adat istiadat yang secara tidak langsung dapat mendukung pembangunan bidang ekonomi dan sosial budaya dalam upaya menuju ke arah pengembangan industri pariwisata.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik13 Oktober 2026 23:26
DPW NasDem Sulsel Ingin HUT ke-15 Lebih Bermakna dan Bawa Semangat Pengabdia untuk Rakyat
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan menyiapkan rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (...
Metro13 Oktober 2026 21:23
Ketua DWP Sulsel Andi Hikmawati Tekankan Kolaborasi dan Kekompakan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Penjabat Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulawesi Selatan, Andi Hikmawati Winarno, menekankan pentingnya kolab...
Metro13 Oktober 2026 20:28
Pemkot Makassar Libatkan Pesantren dan Sekolah Islam dalam Peringatan Hari Santri 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang akan mencapa...
Nasional13 Oktober 2026 19:25
Menhut Raja Juli: Kritik Adalah Vitamin, Kepala Api Kita Putus
Pedomanrakyat.com, Palangka Raya – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengawal pengendalian Karhutla di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Teng...