Kartu Tani jadi Solusi Pengaturan Pupuk Patani di Pangkep

Nhico
Nhico

Kamis, 10 Februari 2022 13:04

Kartu Tani jadi Solusi Pengaturan Pupuk Patani di Pangkep

Pedomanrakyat.com, Pangkep – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pupuk Indonesia gelar diskusi untuk pengarahan dan pembinaan bagi distribusi dan kios pupuk di dua Kabupaten, yakni Maros dan Pangkep.

“Ini upaya kami menetralisir pemberitaan-pemberitaan kelangkaan pupuk, khususnya di Kabupaten Pangkep,” kata Fice Presiden Penjualan Wilayah Enam Pupuk Indonesia Miftahul Zainuddin, di kafe Malebbi Kamis (10/2) kemarin.

Miftahul menjelaskan, dalam penyaluran pupuk bersubsidi harus dengan dasar hukum Permendag nomor 15 tahun 2013 nomor 41 Tahun 2021 dan ada juga Kepmen nomor 711.

“Itu semuanya mendasari dari pengadaan sampai pendistribusian, dari lini 1 sampai 4 sampai, itu sebagai tanggung jawab dari Permendak, dari kios ke petani itu dasarnya Permentan nomor 41 tahun 2021,” kata dia.

“Dalam aturan itu menjelaskan petaninya siapa, yaitu petani yang maksimal memiliki lahan 2 hektare, berarti kalau di atas dua hekater sudah dikatakan mampu, sudah tidak disubsidi lagi oleh pemerintah,” tambah Miftahul.

Miftahul menerangkan, yang membuat kelangkaan di lapangan, yaitu karena pengajuan petani lewat Rencana Definitif Kebutuhan (RDK) sangat jauh besarnya dari pada kemampuan pemerintah untuk mengsubsidi pupuk bersubdi untuk sampai ke RDKK nantinya.

“Pengajuan RDKK sekitar 23 sampai 24 juta ton, tetapi yang disetujui oleh pemerintah sekitar 9 juta ton,” ujarnya.

Miftahul menambahkan, hal tersebut berakibat, tidak semua lahan petani terpenuhi. Dia pun mencotohkan misalnya, 1 hekater lahan petani harus menerima 250 pupuk urea dan 300 NPK phonska, itu dapatnya 200.

“Hal inilah yang kerap dikatakan, langkah,” katanya.

Pupuk Indonesia, kata Miftahul, sebagai penyedia dan pendistibusian sampai ke tingkat kios sangat bertangung jawab, karena diawasi oleh Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3). Yang memiliki unsur penegak hukum seperti kejaksaan, kepolisian, dinas pertanian, dinas perdagangan, dan di ketuai oleh Sekretaris Daerah.

Sementara itu, Kapala Bidang PSP Dinas Pertanian Pangkep Basir menuturkan, salah satu upaya pemerintah untuk menjawab persoalan-persoalan petani terkait pupuk adalah dengan menerapkan kartu tani yang secara person dimiliki petani. Saat ini, telah tercetak sebanyak 21 ribu lebih kartu tani dan siap dibagikan.

“Efektif berjalannya kartu tani ini diperkirakan, September tahun 2022 ini,

 Komentar

Berita Terbaru
Metro30 Juni 2026 23:30
Kemenhut RI dan FSC MoU Strategis untuk Mendorong Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Hutan dan keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya merupakan sumber kehidupan yang sangat penting bagi jut...
Metro30 Juni 2026 22:44
Sulsel Matangkan Persiapan HKG PKK ke-54 dan 46 Tahun Dekranas
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sulawesi Selatan terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan 46 ...
Nasional30 Juni 2026 22:16
Kemenhut Perkuat Tata Kelola Perizinan Pemanfaatan Hutan, Cegah Praktik Land Banking
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus melakukan pembenahan tata kelola pemanfaatan hutan melalui penyempurnaan Per...
Metro30 Juni 2026 21:29
Pemkot Makassar Promosikan LONTARA+, UMKM, dan Pariwisata Pada APEKSI 2026 di Medan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kota Makassar kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional. Pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosia...