Komisi D DPRD Sulsel Soroti Alokasi Anggaran Pembangunan Drainase di CPI: Ada Daerah Lain Lebih Urgen

Muh Saddam
Muh Saddam

Selasa, 04 Februari 2025 17:06

Rapat Kerja Komisi D DPRD Sulsel.
Rapat Kerja Komisi D DPRD Sulsel.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, menyoroti anggaran yang dialokasikan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel untuk pembangunan infrastruktur drainase di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI).

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, dalam rapat kerja bersama Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK), Selasa (4/2/1025).

Kadir Halid menyampaikan, banyak wilayah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang masih membutuhkan perbaikan infrastruktur yang sifatnya lebih urgen.

Oleh karena itu, ia menilai anggaran untuk pemeliharaan drainase di CPI kurang tepat sasaran. Apalagi Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan pemotongan dana transfer ke daerah, yang berpotensi berdampak pada pos anggaran.

“CPI tidak ada terlalu khusus. Betul-betul diperhatikan yang sangat urgen. Apalagi ada pemotongan anggaran (pemerintah pusat). Ada daerah lain yang lebih urgen. Tolong ini diperhatikan,” pinta Legislator dari Fraksi Partai Golkar itu.

Senada, Sekretaris Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Abdul Rahman menyampaikan Dinas BMBK sebaiknya fokus melakukan perbaikan infrastruktur fisik yang lebih urgen.

“Soal CPI tidak terlalu urgen. Saya juga biasa jalan- jalan di sana. Saya minta perhatiannya untuk di daerah, supaya kita punya nilai di masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi dapat melakukan evaluasi terhadap rencana anggaran tersebut dan lebih memfokuskan pembangunan pada wilayah yang benar-benar membutuhkan.

Hal ini dinilai penting untuk memastikan anggaran pembangunan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

Kabid Pembangunan Preservasi Jalan di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, Irawan Dermayasamin mengungkapkan, anggaran infrastruktur drainase di Kawasan CPI sebesar Rp4,5 miliar lebih.

Menurut Iriawan, penganggaran tersebut sudah pernah diajukan dalam Rancangan Kerja Anggaran (RKA) di tahun sebelumnya, tapi terhenti. Sehingga pihaknya kembali melakukan penganggaran.

“CPI, 4,5 miliar difokuskan untuk penganggaran drainase, 2023 sempat terhenti. Inilah yang kami anggarkan kembali,” imbuhnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional17 Juli 2026 08:55
KPK Nyatakan Laporan Amplop Menhut Raja Juli Selesai: Case Closed
Pedomanrakyat.com, Jakarta – KPK menyatakan persoalan amplop dari Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby yang dilaporkan Menteri Keh...
Daerah16 Juli 2026 23:20
Nurkanaah Hadir Menguatkan Korban Kebakaran di Baranti, Serahkan Santunan Penuh Kepedulian
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, mengunjungi sekaligus menyerahkan santunan kepada korban bencana...
Metro16 Juli 2026 22:20
Paket 2 MYP Sulsel Terus Dikebut, Ruas Panciro–Batas Makassar Hampir Rampung
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pekerjaan Paket 2 Program Multi Years Project (MYP) Sulawesi Selatan terus menunjukkan perkembangan. Hingga Juli...
Metro16 Juli 2026 21:21
Jelang TPA Residu Berlaku, DLH Makassar Genjot Edukasi, Data, dan Ekonomi Sirkular
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada mas...