NasDem Pertanyakan Beredarnya Draft RUU Kesehatan

Nhico
Nhico

Jumat, 18 November 2022 20:29

NasDem Pertanyakan Beredarnya Draft RUU Kesehatan

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Lisda Hendrajoni mengatakan, sejauh ini DPR RI belum pernah membahas rencana omnibus UU Kesehatan. Pemerintah juga belum pernah menyerahkan draf RUU tersebut ke DPR.

“Draf omnibus RUU Kesehatan beredar ke mana-mana, tapi dari Baleg sendiri belum pernah ada pembahasan itu. Kita belum ada naskahnya, sehingga kita bingung masyarakat dapat naskah itu darimana,” ujar Lisda seusai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Baleg DPR RI dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), dan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes), di Jakarta, Kamis (17/11).

Pernyataan Lisda terkait beredarnya ke publik draf RUU tentang Kesehatan yang di dalamnya berisi omnibus beberapa UU yang berkaitan dengan kesehatan. Di antaranya UU tentang Kesehatan, UU tentang Praktik Kedokteran, UU tentang Tenaga Kesehatan, UU tentang Keperawatan, UU tentang Kebidanan, dan UU tentang Kefarmasian.

Padahal, pemangku kepentingan di bidang kesehatan di sejumlah daerah menolak omnibus RUU tentang Kesehatan.

Penolakan itu lantaran tidak dilibatkannya para pemangku kepentingan seperti dokter, bidan, perawat, serta profesi di bidang kesehatan lainnya dalam merumuskan draf RUU tersebut.

“Mereka merasa tidak dilibatkan dalam penyusunan draf RUU Kesehatan. Kita klarifikasi bahwa RUU itu belum dibahas,” tandasnya.
Setelah kesimpangsiuran kabar mengenai omnibus RUU Kesehatan, jelas Lisda, Baleg DPR RI berinisiatif mengundang para pemangku kepentingan untuk kejelasan masalah itu.

“Baleg akhirnya mengundang pihak-pihak yang merasa dirugikan. Mereka memang seharusnya dilibatkan. Kami sudah undang BPJS, hari ini kami undang IDI dan PDGI,” tambahnya.

Lisda juga mengatakan omnibus UU di bidang kesehatan memang diperlukan. Meski demikian, dalam prosesnya harus melibatkan seluruh pihak yang ada termasuk pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

“Harapannya, dengan omnibus ini terjadi penyederhanaan, supaya tidak terjadi tumpang tindih peraturan perundang-undangan. Perundang-undangan di bidang kesehatan masing-masing beririsan, di sinilah diharapkan jadi kesatuan dan bersinergi,” tukasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro17 April 2026 17:31
Pemkot Makassar Siaga Fenomena Godzilla El Nino, Siagakan 7 Posko Backup Air Bersih
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) meningkatkan status kesiaps...
Politik17 April 2026 16:31
PPP Sulsel Siapkan Muscab Serentak, Cari Pemimpin yang Mampu Hidupkan Mesin Partai
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan bersiap menggelar musyawarah cabang (...
Politik17 April 2026 15:48
Gubernur Sulsel Ungkap Perkembangan Preservasi Jalan Ruas Makassar-Gowa dan Takalar Capai 26 Persen
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, membeberkan update progres pelaksanaan program Multiyears Pro...
Ekonomi17 April 2026 15:33
Gak Perlu Jauh! Semua Kebutuhan Haji, Umrah dan Oleh-oleh Khas Timur Tengah Kini Hadir di Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Bursa Sajadah, pusat perlengkapan haji, umrah, dan oleh-oleh khas Timur Tengah terbesar di Indonesia, resmi membuka ca...