Percepat Penurunan Stunting di Maros, Bupati Chaidir Syam Perkuat Kemitraan Kampung KB

Nhico
Nhico

Selasa, 26 April 2022 13:02

Bupati Maros Chaidir Syam.(F-INT)
Bupati Maros Chaidir Syam.(F-INT)

Pedomanrakyat.com, Maros- Bupati Maros HAS Chaidir Syam membuka kegiatan Penguatan Kemitraan Kampung KB Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Maros.

Kegiatan ini digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3ADALDUK KB), Senin (25/04/2022), bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati.

Sebanyak 45 Peserta hadir pada kegiatan tersebut diantaranya Jajaran Dinas (DP3ADALDUK KB) , Camat, dan Lurah. Bupati menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini, penurunan angka stunting harus segera ditangani.

Untuk mencapai itu, butuh sinergi seluruh stakeholder terkait untuk menurunkan angka stunting khususnya di Kabupaten Maros.

“konvergensi lintas sektor dalam pembangunan kampung keluarga berkualitas agar disinergikan dengan stakeholder terkait. Ini merupakan kunci utama untuk penurunan angka stunting di Kabupaten Maros. Jadi ini bukan hanya menjadi tugas anggota tim KB”, tutur Bupati.

Menurut Bupati, upaya penurunan angka stunting ini dilakukan untuk menyiapkan generasi yang berkualitas di masa depan. Dimana telah diketahui stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis pada 1000 hari pertama kelahiran (HPK).

“tugas besar kita saat ini butuh aksi yang maksimal, target pemkab dalam penurunan angka stunting mampu mencapai 14% sampai tahun 2024 agar generasi kita mencapai generasi yang berkualitas di masa depan” imbuh Bupati.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja lebih giat agar target yang ditetapkan pemerintah pusat yaitu angka stunting tersisa 14 persen di tahun 2024 dapat tercapai.

Saat ini, ada 24 Kampung KB yang telah terbentuk di Kabupaten Maros, Pemkab Maros akan terus berupaya agar seluruh desa/kelurahan se-Kabupaten Maros memiliki Kampung KB.

Yosep Upa, Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Provinsi Sulsel menjelaskan perlunya dilakukan pendampingan pada kelompok sasaran dalam pelaksanaan pencegahan stunting.

Lebih lanjut dikatakan, Kampung KB adalah milik bersama, maka dari itu inovasi terus dilakukan untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Maros. Tak hanya itu, kontribusi maksimal dari stakeholder dibutuhkan untuk mencapai tujuannya.

“salahsatu program yang dilakukan saat ini adalah DAHSAT (Dapur sehat atasi stunting). Program ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa atau kelurahan sebagai upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga beresiko stunting” ungkapnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional25 Agustus 2026 21:30
Tegas! Kemenhut Jatuhkan Sanksi Enam Perusahaan Terkait Karhutla, Ini Daftarnya
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan H...
Metro25 Agustus 2026 20:28
Kepala BKN-Wagub Sulsel dan Wali Kota Makassar Riding Vespa-Tanam Tebuya di CPI
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kehadiran Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, di Kota Makassar turut dimanfaatkan untuk m...
Metro25 Agustus 2026 19:26
DLH Makassar Tambah 30 Motor dan 10 Armroll, Serta Siapkan Puluhan Mesin Pengolah Sampah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, terus memperkuat fasilitas pengelolaan persampahan dengan memastikan dukungan sarana dan...
Metro25 Agustus 2026 18:33
Wali Kota Makassar Serukan Camat Dan Lurah Sepakati Waktu Buang dan Angkut Sampah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengultimatum seluruh camat untuk memastikan validitas data penerima progra...