Tekan Stunting pada Remaja Putri, Pendamping Gizi Aksi Stop Stunting Intervensi Konsumsi TTD

Nhico
Nhico

Sabtu, 11 Juni 2022 19:04

Tekan Stunting pada Remaja Putri, Pendamping Gizi Aksi Stop Stunting Intervensi Konsumsi TTD

Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemberian tablet tambah darah (TTD) yang rutin bagi remaja putri menjadi salah satu fokus intervensi pendampingan yang dilakukan oleh tim pendamping gizi Aksi Stop Stunting Pemprov Sulsel.

Hadirnya inovasi aksi stop stunting ini diinisiasi langsung oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Sebagai upaya membangun investasi bagi sumber daya manusia (SDM) yang handal.

Dalam upaya intervensi penurunan stunting di tahun 2022 ini dilakukan pada 10 daerah lokus di setiap daerah pada 24 kabupaten/kota dengan 240 Tenaga Pendamping Gizi Desa.

“Tim pendamping gizi Aksi Stop Stunting melakukan rutinitas setiap Hari Jumat, untuk gerakan minum tablet tambah darah bagi remaja putri di 24 Kabupate/Kota se Sulsel. Hal itu juga sebagai upaya menggalakkan Gerakan Bersama Remaja Sulsel Sehat,” jelas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Sabtu (11/6/2022).

Sehingga kegiatan aksi stop stunting, bukan hanya berfokus pada balita, namun juga pendampingan untuk remaja putri. Adapun dengan mengkonsumsi tablet merah bagi remaja putri, untuk mengatasi dan mencegah anemia.

“Jadi kegiatan tenaga pendamping gizi, berupa memeriksa tumbuh kembang balita, sosialisasi terhadap keluarga, dan kesehatan terhadap remaja putri. Serta dilakukan pemantauan konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Gubernur Andalan ini mengaku, bahwa hal ini juga sebagai upaya Pemprov Sulsel dalam mendorong pengingkatan sumber daya manusia yang handal menuju generasi emas sejalan dengan program prioritas Presiden Jokowi.

“Diharapkan dengan adanya program pemberian tablet tambah darah pada remaja putri ini dapat menurunkan gejala anemia pada remaja putri sehingga mereka dapat memiliki kesehatan yang optimal menjelang kehamilan di kemudian hari sekaligus menurunkan angka kematian ibu dan anak serta mencegah stunting,” pungkasnya.

Mengacu pada Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 mencatat prevalensi balita stunting di Sulawesi Selatan memiliki Prevalensi Stunting (27.4%). Angka ini mengalami penurunan dari sebelumnya 30,6% (SSGBI, 2019). Sedangkan jika berdasarkan dari data ePPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat), hingga Agustus 2021, angka stunting di Sulsel mencapai 9,08 persen.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro07 Juli 2026 15:51
Perangi Narkoba, Bupati Maros Siapkan Tes Urine Mendadak bagi ASN
Pedomanrakyat.com, Maros – Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai...
Metro07 Juli 2026 15:02
Lewat Pendekatan Humanis, Lapak Berdiri 30 Tahun di Telkomas Dibongkar Mandiri
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, terus menunjukkan komitmennya dalam menata kawasan dan mengembalikan fungsi fasilitas um...
Metro07 Juli 2026 14:58
Sekda Jufri Rahman Tegaskan Hilirisasi SDA Jadi Kunci Nilai Tambah dan Daya Saing Sulsel
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menegaskan hilirisasi sumber daya alam, khususnya sekto...
Daerah07 Juli 2026 14:45
Gubernur Sulsel Ground Breaking Duplikasi Jembatan Sungai Maros, Proyek Rp51,6 Miliar Rampung 2027
Pedomanrakyat.com, Maros – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan groundbreaking pembangunan duplikasi atau pelebaran Jemb...