Terima Peserta PKA, Sekda Makassar Paparkan Strategi Pembangunan dan Investasi

Nhico
Nhico

Selasa, 19 Mei 2026 13:33

Terima Peserta PKA, Sekda Makassar Paparkan Strategi Pembangunan dan Investasi

Pedomanrakyat.com, Makassar — Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menerima rombongan Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrasi (PKA) Angkatan I Kabupaten Halmahera Selatan di Ruang Sipakatau Balai Kota Makassar, Selasa (19/5).

Dalam sambutannya, Andi Zulkifly menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada rombongan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan yang dipimpin Sekretaris Daerah Halmahera Selatan, Abdullah Kamardullah. Ia juga menyambut para peserta PKA Angkatan I Tahun 2026 yang melakukan studi lapangan di Kota Makassar.

“Momentum ini sangat penting dan strategis untuk saling bertukar informasi serta menambah wawasan. Tidak hanya Kota Makassar yang berbagi inovasi, tetapi kami juga ingin belajar dari Kabupaten Halmahera Selatan,” ujar Andi Zulkifly.

Ia menilai, pelatihan kepemimpinan administrasi harus mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah.

“Sekarang setiap daerah dituntut terus melahirkan inovasi baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pembangunan, dan pelayanan publik. Inovasi itu harus bisa dijalankan, dibuktikan manfaatnya, serta memiliki dampak nyata,” kata Andi Zulkifly.

Dalam pemaparannya, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu memperkenalkan profil Kota Makassar sebagai kota terbesar di kawasan Indonesia Timur dengan luas wilayah 175,77 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa.

Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi Pemerintah Kota Makassar saat ini adalah menekan angka pengangguran terbuka yang berada di kisaran 9,60 persen. Hal itu dipengaruhi tingginya arus urbanisasi ke Kota Makassar sebagai pusat ekonomi dan jasa di Indonesia Timur.

“Makassar menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah untuk mencari pekerjaan dan membuka usaha. Ini menjadi tantangan tersendiri karena terjadi persaingan antara tenaga kerja lokal dan pendatang,” jelasnya.

Ia juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Kota Makassar yang mencapai 5,34 persen. Pemkot Makassar, kata dia, terus berupaya meningkatkan investasi dan mendorong iklim usaha yang kondusif agar pertumbuhan ekonomi terus meningkat.

“Kami terus mempromosikan Kota Makassar agar investor dan masyarakat tertarik datang ke sini, baik untuk berinvestasi, berwisata, maupun menggelar kegiatan nasional dan internasional,” ujarnya.

Andi Zulkifly turut menjelaskan sejumlah program unggulan Pemkot Makassar yang tertuang dalam visi “Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan”.

Beberapa program tersebut di antaranya Makassar Super Apps “Lontara”, pemasangan instalasi air bersih gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah, seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP, iuran sampah gratis bagi pelanggan listrik 450 hingga 900 VA, hingga pembangunan stadion bertaraf internasional.

Ia mengatakan, aplikasi “Lontara” menjadi salah satu bentuk transformasi digital pelayanan publik di Kota Makassar dengan mengintegrasikan berbagai layanan dan kanal pengaduan masyarakat dalam satu platform.

“Dulu setiap SKPD memiliki aplikasi masing-masing sehingga masyarakat kesulitan. Sekarang kami integrasikan ke dalam satu aplikasi agar pelayanan lebih mudah dan efektif,” katanya.

Selain itu, Pemkot Makassar juga terus mengembangkan program Makassar Creative Hub sebagai wadah pelatihan dan pengembangan ekonomi kreatif bagi generasi muda dan pelaku UMKM.

“Melalui program ini kami mendorong lahirnya kreativitas dan keterampilan baru yang dapat membuka lapangan kerja serta menekan angka pengangguran,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Andi Zulkifly juga menekankan pentingnya transformasi digital di lingkungan pemerintahan dan masyarakat. Namun, ia mengakui masih terdapat kesenjangan literasi teknologi di tengah masyarakat.

“Aplikasi yang bagus tidak akan maksimal jika masyarakat belum memahami teknologi. Karena itu, tugas pemerintah bukan hanya membuat aplikasi, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar melek digital,” tuturnya.

Kegiatan studi lapangan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkot Makassar, di antaranya Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar Arlin Ariesta serta perwakilan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro25 September 2026 16:25
Jamkrida-Askrida Tak Setor Dividen 2026, Patudangi Azis Ungkap Dampaknya ke Pendapatan Sulsel
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi C DPRD Sulawesi Selatan menyoroti belum adanya setoran dividen 2026 dari dua perusahaan yang berkaitan dengan k...
Ekonomi25 September 2026 15:21
Sekda Makassar Tinjau KDKMP di Mangasa, Pastikan Sarpras Gedung Sesuai Aturan
Pedomanrakyat.com, Makassar — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membentuk tim gabungan untuk memverifikasi aset dan fisik bangunan Koperasi Desa/Kel...
Metro25 September 2026 14:45
Direksi hingga Staf Perumda Air Minum Makassar Turun Bersihkan Saluran Air Baku
Pedomanrakyat.com, Makassar – Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kerja bakti bersama di sepanjang saluran air baku di Jalan Abdul Dg Siru...
Metro25 September 2026 12:59
TP PKK Makassar Dalami Model Pemberdayaan Perajin di Kampung Batik Cibuluh
Pedomanrakyat.com, Makassar — Tim Penggerak PKK Kota Makassar berkunjung ke Kampung Batik Cibuluh, Kota Bogor, untuk melihat langsung pengembangan k...