Tuntutan Edy Rahmat Lebih Rendah dari pada Nurdin Abdullah, JPU KPK: Pak NA Ada Gratifikasinya

Nhico
Nhico

Senin, 15 November 2021 22:00

Tuntutan Edy Rahmat Lebih Rendah dari pada Nurdin Abdullah, JPU KPK: Pak NA Ada Gratifikasinya

Pedoman Rakyat, Makassar- Mantan anak buah Nurdin Abdullah yakni eks Sekretaris Dinas PUTR Sulawesi Selatan (Sulsel), Edy Rahmat dituntut hukuman lebih rendah.

Edy dituntut oleh JPU KPK hanya 4 tahun kurungan penjara dengan denda Rp 250 juta. Jaksa meyakini terdakwa Edy bersalah karena menjadi perantara suap antara Nurdin dan kontraktor Agung Sucipto.

“Menjatuhkan pidana terhadap Edy Rahmat berupa pidana penjara empat tahun dan denda sebesar Rp 250 juta subsidair selama tiga bulan kurungan,” kata Jaksa KPK Zaenal Abidin di Pengadilan Tipikor Makassar, Senin (15/11/2021).

Jaksa menilai Edy bersalah melakukan pidana suap sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Selepas persidangan, Zaenal buka suara mengenai tuntutan terhadap Edy yang lebih rendah dari tuntutan Nurdin. Dia menyebut Edy hanya terbukti pada pasal penerimaan suap.

“Jadi berbeda kualifikasi pembuktian antara Pak Edy Rahmat dan Pak NA, kalau Pak NA ada gratifikasinya, kalau Pak Edy Rahmat tidak ada,” tutur Zaenal.

Kata Zaenal, Edy hanya mempunyai peran sebagai perantara suap yang bergerak atas perintah Nurdin Abdullah. “Makanya dia lebih rendah dari Pak NA,” kata Zaenal.

Edy juga tak dituntut mengembalikan uang pengganti ke negara lantaran uang Rp 2,5 miliar dari Agung Sucipto pada saat OTT KPK sudah disita.

“Uang Rp 2,5 miliar itu disita sehingga tidak ada uang pengganti,” ungkap Zaenal.

Selanjutnya, Edy juga tak dicabut hak politiknya sebagaimana tuntutan kepada Nurdin Abdullah.

“Dia tidak dicabut hak politiknya, Edy Rahmat kan PNS, dia tidak menduduki jabatan politik beda dengan Pak NA,” tandasnya.

Penulis : Reza

 Komentar

Berita Terbaru
Metro16 Juni 2026 22:12
BPS Mulai Pendataan Door to Door, Wali Kota Makassar Jadi Responden Pertama
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, Abdul H...
Edukasi16 Juni 2026 21:15
FK Unhas Gelar Sertijab Wakil Dekan dan Ketua GPM-PR Periode 2026–2030
Pedomanrakyat.com, Makassar – Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) menyelenggarakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Dekan...
Politik16 Juni 2026 20:16
PPP Sulsel Siapkan Pelantikan Megah, Ilham Ari Fauzi: Momentum Gerakkan Mesin Partai
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan bersiap menggelar pelantikan peng...
Metro16 Juni 2026 19:13
Muhammad Sadar Dorong Audit BPK Bendung Lalengrie, Demi Kepastian Proyek yang Dinanti Warga Bone
Pedpmanrakyat.com, Makassar – Harapan masyarakat Kabupaten Bone terhadap keberadaan Bendung dan Embung Lalengrie kembali menjadi perhatian DPRD Sula...