Pedomanrakyat.com, Maros – Sebanyak 68 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu lingkup Pemerintah Kabupaten Maros mengikuti Program Pelatihan Smart Farming dan Smart Building yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Maros.
Pelatihan yang dibuka oleh Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, di Gedung Baruga A Kantor Bupati Maros, Senin (22/6/2026), bertujuan meningkatkan kompetensi dan daya saing PPPK Paruh Waktu melalui sertifikasi kompetensi nasional.
Dalam sambutannya, Andi Muetazim Mansyur menegaskan bahwa pelatihan tersebut memiliki nilai strategis karena peserta tidak hanya memperoleh materi pelatihan, tetapi juga akan mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat kompetensi nasional.
Baca Juga :
“Pelatihan ini sangat penting bagi teman-teman PPPK Paruh Waktu. Ini bukan pelatihan biasa karena setelahnya peserta akan mengikuti ujian kompetensi dan memperoleh sertifikat kompetensi nasional,” ujarnya.
Menurut Muetazim, sertifikat kompetensi tersebut dapat menjadi bekal penting bagi PPPK Paruh Waktu untuk meningkatkan kapasitas diri dan mendukung peluang pengembangan karier di masa mendatang.
Ia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara optimal.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Maros, Andi Patiroi, menjelaskan bahwa pelatihan akan berlangsung selama 25 hari. Sebanyak 68 peserta dibagi ke dalam empat kelas, masing-masing dua kelas untuk Smart Farming dan dua kelas untuk Smart Building.
“Setiap kelas berjumlah sekitar 16 peserta sehingga proses pelatihan dapat berjalan lebih efektif dan fokus pada peningkatan kompetensi peserta,” jelasnya.
Melalui program ini, Pemkab Maros berharap lahir sumber daya manusia yang lebih kompeten, profesional, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin berkembang.

Komentar