Wali Kota Munafri Buka Parade Singara’ Bulang HUT Kota ke-418, Sukses Representasikan Harmoni Budaya Makassar

Nhico
Nhico

Minggu, 09 November 2025 08:41

Wali Kota Munafri Buka Parade Singara’ Bulang HUT Kota ke-418, Sukses Representasikan Harmoni Budaya Makassar

Pedomanrakyat.com, Makassar – Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Balai Kota Makassar, berubah menjadi panggung budaya yang penuh warna melalui gelaran Festival Singara’ Bulang Harmoni Budaya Kota Makassar, Jumat malam (8/11/2025).

Festival budaya yang digelar sebagai rangkaian semarak HUT Kota Makassar yang ke-418 tahun ini berhasil merepresentasikan harmonisnya Kota Makassar meski dipadati oleh Masyarakat yang heterogen.

Masyarakat Makassar melalui Dinas Kebudayaan bersatu dalam balutan budaya masing-masing, secara bergilir mempersembahkan, baju adat, tarian hingga atraksi budaya masing-masing dalam parade budaya di sepanjang Ahmad Yani.

Parade Harmoni Budaya melibatkan sahabat disabilitas, komunitas Tionghoa, Sunda, Madura, Bali, hingga Komunitas Sepeda Tua Makassar. Lalu, pertunjukan seni dan tari tradisional oleh 23 sanggar seni dengan total 250 penari. Serta, empat etnis utama Sulawesi Selatan, yaitu Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja.

Festival terlebih dahulu dibuka dengan detungan ledung, sebuah prosesi simbolik pemukulan alat musik tradisional, oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, didampingi Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Sekda Kota Makassar Andi Zulkifli Nandar, dan Kepala Dinas Kebudayaan Andi Patiware.

Tampak hadir pula jajaran Forkopimda Kota Makassar, Ketua TP PKK Kota Makassar, para asisten dan staf ahli, tokoh budaya dan kesenian, perwakilan perguruan tinggi, camat-lurah, serta tamu kehormatan dari Korea.

Seluruh tamu tampil anggun dalam busana adat Bugis-Makassar, menghadirkan nuansa harmoni keberagaman di tengah jantung kota.

Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa Festival Singara’ Bulang, yang berarti “cahaya bulan,” menjadi simbol penting tentang makna budaya bagi kehidupan masyarakat Makassar.

“Cahaya bulan ini mengingatkan kita bahwa budaya Makassar adalah cahaya yang menerangi perjalanan peradaban kita. Sebagaimana bulan memberikan cahaya di malam hari, budaya kita memberikan pencerahan terhadap identitas dan jati diri bagi generasi masa kini dan masa yang akan datang,” kata Munafri.

Ia menjelaskan esensi pagelaran budaya dan pengetahuan tentang kebudayaan merupakan alat perantara antara generasi sekarang dan generasi sebelumnya yang harus dijaga secara bersama.

“Filosofi ini hidup dan menjadi pegangan masyarakat Makassar secara turun-temurun, menjadi fondasi harmoni dalam keberagaman selama 418 tahun,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa meski Makassar kini tumbuh sebagai kota metropolitan yang modern, akar budaya harus tetap menjadi pondasi utama di tengah arus globalisasi dan modernisasi.

“Kita tidak boleh melupakan warisan leluhur. Melalui Harmoni Budaya Makassar ini, saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan kearifan lokal serta budaya Makassar sebagai identitas yang membedakan kita dengan daerah lain,” ungkapnya.

Lebih jauh, Munafri menggarisbawahi pentingnya mewariskan nilai-nilai luhur budaya Makassar kepada generasi muda, agar mereka memiliki karakter yang kuat dan berakar pada jati diri bangsa.

Ia lantas mendorong agar budaya dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat harmoni dan kerukunan antarwarga.

Di hadapan ribuan masyarakat yang heterogen, Munafri menyerukan agar warga Makassar menjaga semangat persatuan dan kebanggaan terhadap kotanya.

“Kota Makassar ini adalah kota terbesar di Indonesia Timur. Sebagai kota besar tentu seluruh keberagaman hidup di sini, dan keberagaman inilah yang harus kita jaga sekuat-kuatnya. Keberagaman ini adalah modal kita untuk bersatu membangun Makassar agar semakin tinggi dan maju,” kata Munafri.

Terakhir, Munafri menuturkan bahwa persembaan acara budaya ini sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan jati diri kita. Ia berharap budaya di kota daeng ini tidak lekang oleh waktu dan mampu diwariskan kepada keturunan kita di masa depan.

Pada momen tersebut Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang sarat nilai kebudayaan ini. Menurutnya, acara seperti Kirab Budaya bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bentuk pelestarian warisan budaya dan identitas Makassar.

“Melalui Kirab Budaya ini, kita melihat bagaimana masyarakat Makassar bersatu dalam keberagaman. Budaya adalah kekuatan yang mempersatukan, dan semangat inilah yang harus terus kita rawat dalam membangun Kota Makassar yang lebih maju dan berkarakter,” ujar Aliyah Mustika Ilham.

Acara Kirab Budaya “Singara’ Bulang” menjadi simbol keharmonisan budaya dan semangat kebersamaan masyarakat Makassar dalam memperingati perjalanan panjang Kota Makassar diusia ke-418 tahun ini.(*)

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga08 Agustus 2026 13:33
Dari Balikpapan ke Makassar, Abidzar Tiga Kali Lolos Karantina demi Mimpi Masuk PB Djarum
Pedomanrakyat.com, Makassar – Muhammad Abidzar Alghifari, peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 Regional Makassar, kembali menunjukkan kegigihannya...
Berita08 Agustus 2026 12:18
Punya Keluhan Mata, Tulang atau Sendi? Jhoni Khan Buka Konsultasi Pengobatan Herbal di Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Keluhan pada mata, tulang, dan sendi jangan dibiarkan mengganggu aktivitas sehari-hari. Bagi masyarakat yang ingin men...
Politik08 Agustus 2026 10:33
DPC PPP Wajo Bidik Kursi Pimpinan DPRD, Supriadi Arif: Tak Ada Cerita Pemilu Berikutnya Tidak Jadi Pimpinan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Wajo, Supriadi Arif, langsung memas...
Berita08 Agustus 2026 07:46
Gaya Agresif Atlet Belia Makassar Bikin PB Djarum Terpikat di Audisi 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Persaingan atlet muda bulu tangkis di audisi umum PB Djarum 2026 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan semakin ketat ...