Wamenhut: Riset dan Inovasi Jadi Fondasi Utama Kebijakan Konservasi Hutan

Muh Saddam
Muh Saddam

Senin, 25 Mei 2026 18:23

Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki, dalam acara "BRIN Goes to Stakeholders & Society: Exposing New Species - Chapter Flora" di Kantor BRIN, Jakarta.
Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki, dalam acara "BRIN Goes to Stakeholders & Society: Exposing New Species - Chapter Flora" di Kantor BRIN, Jakarta.

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki menegaskan bahwa riset dan inovasi berbasis sains harus menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan kehutanan yang presisi dan adaptif.

Hal tersebut disampaikannya saat membacakan pidato kunci Menteri Kehutanan dalam acara “BRIN Goes to Stakeholders & Society: Exposing New Species – Chapter Flora” di Kantor BRIN, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Kekayaan flora bukan hanya warisan alam tetapi juga modal penting bagi ilmu pengetahuan, ketahanan ekologi, pangan, kesehatan, budaya dan kesejahteraan masyarakat.

“Setiap penemuan spesies baru flora mengingatkan kita bahwa masih banyak kekayaan hayati Indonesia yang belum sepenuhnya dikenali. Kita memikul tanggung jawab besar untuk memastikan spesies-spesies ini tidak hilang sebelum kita memahami perannya bagi ekosistem,” ujar Wamenhut.

Kementerian Kehutanan berkomitmen mendorong pemanfaatan keanekaragaman hayati melalui program bioprospeksi, yaitu peningkatan nilai tambah flora berbasis ilmu pengetahuan untuk sektor farmasi, kosmetik, pangan, hingga bioenergi.

Beberapa kolaborasi nyata yang sedang dikembangkan di kawasan taman nasional meliputi pemanfaatan tumbuhan untuk kosmetik, pengembangan mikroba pertanian, hingga riset jamur untuk antikanker.

Guna mengoperasionalkan hasil riset ke tingkat tapak, Kementerian Kehutanan telah memperkuat sinergi dengan BRIN melalui Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 11 Februari 2026 serta kerja sama penelitian di 16 Unit Pelaksana Teknis (UPT) konservasi di seluruh Indonesia.

Kerja sama ini juga didorong untuk mengeksplorasi pengetahuan tradisional masyarakat adat di sekitar hutan.

“Kolaborasi antara ilmu pengetahuan modern dengan pengetahuan lokal perlu dikembangkan sebagai bagian dari pengelolaan hutan berkelanjutan,” katanya.

Wamenhut mengajak seluruh pihak untuk memperkuat tiga agenda bersama: membangun basis data flora yang valid; memperkuat jembatan antara riset, pengambil kebijakan dan pengelolaan lapangan; serta memperluas edukasi publik agar masyarakat semakin bangga dan peduli terhadap kelestarian alam Indonesia.

“Mari kita jadikan penemuan spesies baru bukan hanya sebagai capaian ilmiah, tetapi sebagai panggilan untuk bekerja lebih sungguh-sungguh menjaga hutan Indonesia, melindungi keanekaragaman hayati, dan memastikan ilmu pengetahuan menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Wamenhut menyampaikan apresiasi kepada BRIN, para peneliti, pengelola kawasan, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam penemuan, pendokumentasian, dan pelestarian flora Indonesia.

“Semoga kerja sama antara Kementerian Kehutanan dan BRIN semakin konkrit, produktif dan berdampak nyata bagi kelestarian alam Indonesia,” pungkasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro20 Oktober 2026 22:20
Rakor Bersama Polri-TNI, Munafri Instruksikan Camat-Lurah Patroli Malam dan Aktifkan Pos Ronda
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengambil langkah tegas untuk menekan maraknya tawuran antarkelompok yang m...
Daerah20 Oktober 2026 21:24
Syaharuddin Alrif Siapkan Tambahan Sumur Bor, Bidik Panen 10 Ton per Hektare
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menyiapkan penguatan pengairan dan penambahan bantuan sumur bor ba...
Metro20 Oktober 2026 20:27
Appi Tegaskan PSEL Makassar Tunggu Arahan Pusat, Aspirasi Warga Tamalanrea Jadi Pertimbangan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) teta...
Nasional20 Oktober 2026 19:22
Kemenhut: Hotspot Turun 617 Titik, Operasi Karhutla Tetap Diperkuat
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah meskipun jumlah h...