Pedomanrakyat.com, Jakarta – Epidemiolog menyorot dampak panjang subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang kini menjadi biang kerok lonjakan kasus COVID-19 RI.
Disebutkan, keparahan BA.5 sebenarnya sama dengan varian Delta yang memicu gelombang kenaikan kasus tahun lalu.
Hal itu disampaikan oleh epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman.
Baca Juga :
Menurutnya, kemampuan BA.5 dalam menginfeksi sebetulnya sama dengan varian Delta, bahkan bisa lebih.
Khususnya, ketika BA.5 menginfeksi orang-orang yang sama sekali tidak memiliki imunitas atau sudah mengalami penurunan imunitas terhadap virus Corona.
“Subvarian Omicron BA.5 ini perlu sangat diwaspadai karena kemampuan dia dalam menginfeksi dengan fusogenicity dan potensi keparahannya itu setidaknya sama dengan Delta atau bisa lebih, ketika dia berhadapan dengan orang yang tidak memiliki imunitas sama sekali atau menurun imunitasnya,” terang Dicky kepada detikcom, Kamis (16/6/2022).

Komentar