Kemenhut Amankan Harimau Sumatra yang Berkonflik dengan Manusia di Kabupaten Pelalawan

Nhico
Nhico

Selasa, 20 Oktober 2026 12:20

Kemenhut Amankan Harimau Sumatra yang Berkonflik dengan Manusia di Kabupaten Pelalawan

Pedomanrakyat.com, Pekanbaru- Menindaklanjuti kejadian interaksi negatif antara Manusia dan Harimau Sumatra di salah Satu BPPH di landskap semenanjung kampar tepatnya di Kabupaten Pelalawan pada bulan Juli 2026, Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau terus melakukan pemantauan dengan cara pemasangan Camera trap dan pemasangan kandang jebak (boxtrap).

Kepala Balai Besar KSDA Riau melalui Kepala Bidang Teknis Ujang Holisudin, S.Hut mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan camera trap terindifikasi harimau tersebut masih berkeliaran diseputaran lokasi kejadian.

“Untuk menghadirkan rasa aman dan penyelamatan individu Harimau maka dilakukan pemasangan boxtrap,” sambung Ujang.

Pada tanggal 8 September 2026, 1 (satu) individu Harimau Sumatra tertangkap/masuk ke dalam boxtrap. Hasil identifikasi awal Harimau Sumatra tersebut diduga merupakan individu suspect man eater. Guna memastikan lebih lanjut, BBKSDA Riau telah mengirimkan sampel DNA ke Laboratorium Universitas Gajah Madah.

“Untuk penanganan lebih lanjut ,Balai Besar KSDA Riau berkoordinasi dengan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra (PR-HS) yang berada di Dharmasraya, Sumatera Barat akan tetapi ketersediaan kandang rehabilitasi terbatas,” kata Ujang.

Dengan mempertimbangkan kebutuhan observasi, pemeriksaan kondisi satwa, dan kemudahan proses evakuasi, BBKSDA Riau menitiprawatkan sementara harimau tersebut di Lembaga Konservasi Kasang Kulim, Provinsi Riau. Lembaga konservasi ini dipilih karena telah ditunjuk berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 250/Kpts-II/1999 tanggal 28 April 1999 serta memiliki sarana dan prasarana yang memadai.

Selama menjalani perawatan dan menunggu hasil pengujian DNA, harimau ditempatkan di kandang perawatan yang diisolasi dari pengunjung. Langkah ini dilakukan untuk mendukung proses observasi dan meminimalkan gangguan terhadap satwa.

“Selama perawatan di LK Kasang Kulim, Harimau Sumatra tetap dibawah pengawasan tim Medis Balai Besar KSDA Riau bersama Tim Medis PKR Arsari serta LK Kasang Kulim guna untuk melakukan observasi dan monitoring terhadap perkembangan kondisi Harimau tersebut” tutupnya.

Kementerian Kehutanan melalui BBKSDA Riau terus mengedepankan penanganan satwa liar yang terukur dengan mempertimbangkan keselamatan masyarakat dan upaya penyelamatan satwa dilindungi. Hasil pengujian DNA akan menjadi salah satu dasar dalam pendalaman lebih lanjut terhadap individu harimau tersebut.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional20 Oktober 2026 15:24
Tamsil Linrung Tulis Buku Asta Cita Prabowo, Bedah Program Sekolah Gratis, MBG hingga Kampung Nelayan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung, mendukung agenda kesejahteraan yang diusung Presiden...
Nasional20 Oktober 2026 14:17
Kemenhut Pulangkan Orangutan Sumatera Korban Perdagangan Ilegal dari India, Rocky Kini Bernama Heera
Pedomanrakyat.com, Deli Serdang— Kementerian Kehutanan berhasil memulangkan satu individu orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang menjadi korban perd...
Metro20 Oktober 2026 13:58
Cegah Pengangguran, Appi Perpanjang Kontrak 6.472 PPPK Paruh Waktu Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi memperpanjang masa perjanjian kerja bagi 6.472 Pegawai Pemerintah den...
Ekonomi20 Oktober 2026 13:52
Pendapatan Tinggi, Belanja Rendah: Serapan APBD Maros Baru 58 Persen
Pedomanrakyat.com, Maros – Realisasi belanja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros hingga September 2026 baru mencapai 58 persen. Capaian ini tert...