Tamsil Linrung Tulis Buku Asta Cita Prabowo, Bedah Program Sekolah Gratis, MBG hingga Kampung Nelayan

Muh Saddam
Muh Saddam

Selasa, 20 Oktober 2026 15:24

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung, mendukung agenda kesejahteraan yang diusung Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.

Namun, Tamsil mengingatkan pentingnya pembenahan tata kelola agar program-program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pandangan tersebut dituangkan Tamsil dalam buku tentang Asta Cita Prabowo yang disiapkannya sebagai referensi untuk menyosialisasikan program pemerintah kepada masyarakat.

Menurut Tamsil, sejumlah agenda pemerintah sejalan dengan tujuan nasional, mulai dari mencerdaskan kehidupan bangsa, memperkuat penguasaan negara atas sumber daya alam, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pangan, pertanian, perikanan, dan perumahan.

“Kami ini dalam posisi yang melihat bahwa presiden ini punya upaya yang luar biasa untuk betul-betul mewujudkan apa yang menjadi tujuan nasional kita selama ini,” kata Tamsil, di kantor DPD RI perwakilan Sulsel, Selasa (20/10/2026).

Ia mencontohkan program pendidikan gratis yang dinilainya penting untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan bersekolah karena keterbatasan biaya.

“Tidak boleh ada anak yang tidak bersekolah karena alasan tidak punya biaya. Makanya dia bikin sekolah gratis,” ujarnya.

Tamsil juga menilai agenda pemerintah dalam memperkuat penguasaan negara atas sumber daya alam sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, yakni pemanfaatan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Di sektor pangan, ia menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan memastikan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, terpenuhi.

Meski mendukung tujuannya, Tamsil menilai pelaksanaan program tersebut masih membutuhkan pembenahan tata kelola.

Menurutnya, persoalan yang mencuat dalam pelaksanaan MBG perlu menjadi bahan evaluasi agar pengelolaan program berjalan lebih baik dan tidak merugikan mitra yang telah berpartisipasi.

“Kalau ada tata kelola yang salah, ayo kita sama-sama mendorong supaya ada perbaikan terhadap tata kelola. Tapi kalau konsep saya kira sama dengan teman-teman,” jelas Tamsil.

Ia juga meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap mitra pelaksana MBG yang telah merespons ajakan pemerintah dan terlibat langsung dalam pelaksanaan program.

Menurut Tamsil, mitra yang berkontribusi seharusnya mendapat apresiasi, sekaligus memperoleh kepastian dalam pelaksanaan kerja sama.

Tamsil menegaskan, dukungan terhadap program pemerintah tidak berarti menutup ruang kritik. Evaluasi tetap diperlukan, baik terhadap tata kelola maupun penentuan prioritas program agar pelaksanaannya semakin efektif.

Selain MBG, Tamsil menyoroti program Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan dapat membantu petani memperoleh kepastian pasar dan harga hasil panen yang tidak merugikan.

Koperasi juga diharapkan mendukung ketersediaan pupuk serta penyaluran produk bersubsidi kepada masyarakat.

Menurutnya, keberadaan koperasi desa perlu diarahkan untuk memperkuat posisi petani, terutama dalam menghadapi musim tanam dan memasarkan hasil produksi.

Ia turut mendukung pengembangan kampung nelayan sebagai bentuk kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir. Melalui program tersebut, pelayanan dan dukungan terhadap nelayan diharapkan semakin baik.

Di bidang perumahan, Tamsil melihat program pemerintah sebagai bagian dari upaya membangun negara kesejahteraan, dengan kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian sejak lahir hingga akhir hayat.

“Terakhir terhadap perumahan. Jadi, betul-betul ini ini akan menjadi negara kesejahteraan. Mulai dari lahir sampai meninggal diperhatikan,” tutupnya.

Melalui buku yang ditulisnya, Tamsil berharap masyarakat dapat memahami arah dan tujuan Asta Cita secara lebih luas. Ia menilai program-program yang memiliki tujuan baik perlu didukung, sementara kekurangan dalam pelaksanaannya harus dikritisi dan diperbaiki.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional20 Oktober 2026 14:17
Kemenhut Pulangkan Orangutan Sumatera Korban Perdagangan Ilegal dari India, Rocky Kini Bernama Heera
Pedomanrakyat.com, Deli Serdang— Kementerian Kehutanan berhasil memulangkan satu individu orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang menjadi korban perd...
Metro20 Oktober 2026 13:58
Cegah Pengangguran, Appi Perpanjang Kontrak 6.472 PPPK Paruh Waktu Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi memperpanjang masa perjanjian kerja bagi 6.472 Pegawai Pemerintah den...
Ekonomi20 Oktober 2026 13:52
Pendapatan Tinggi, Belanja Rendah: Serapan APBD Maros Baru 58 Persen
Pedomanrakyat.com, Maros – Realisasi belanja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros hingga September 2026 baru mencapai 58 persen. Capaian ini tert...
Nasional20 Oktober 2026 12:20
Kemenhut Amankan Harimau Sumatra yang Berkonflik dengan Manusia di Kabupaten Pelalawan
Pedomanrakyat.com, Pekanbaru- Menindaklanjuti kejadian interaksi negatif antara Manusia dan Harimau Sumatra di salah Satu BPPH di landskap semenanjung...