PB Djarum Beberkan Cara Mencetak Atlet Mandiri Hadapi Aturan Baru 15 Poin, Dimulai dari Kehidupan Sehari-hari

Muh Saddam
Muh Saddam

Jumat, 07 Agustus 2026 16:31

Tim Pencari Bakat PB Djarum.
Tim Pencari Bakat PB Djarum.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Tim Pencari Bakat PB Djarum menekankan pentingnya membentuk atlet yang mandiri, disiplin, dan mampu mengambil keputusan sendiri di lapangan.

Hal tersebut merespon penyesuaian aturan pertandingan dengan sistem 3 gim penentuan dengan 15 poin (3×15). poin dinilai akan mengubah pola permainan bulu tangkis.

Tim pencari bakat PB Djarum menyampaikan itu dalam kegiatan sharing session bersama pelatih dan orang tua atlet di Audisi Umum PB Djarum 2026 yang berlangsung di GOR Dafest Makassar, Jumat (7/8/2026).

Anggota Tim Pencari Bakat PB Djarum, Richard Mainaky, mengatakan sistem pertandingan yang lebih singkat menuntut atlet tidak lagi bergantung kepada arahan pelatih saat pertandingan berlangsung.

“Kalau poin 15 itu pertandingannya singkat. Atlet harus mandiri, bisa mencari solusi sendiri di lapangan, mengambil keputusan sendiri, dan menemukan jalan keluarnya sendiri. Permainannya juga harus lebih agresif menyerang,” kata Richard.

Menurut legenda bulu tangkis Indonesia itu, karakter mandiri tidak dibentuk hanya saat latihan teknik, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari atlet.

Ia menjelaskan, atlet perlu dibiasakan memikul tanggung jawab sederhana, seperti menjalankan piket harian di asrama, menjaga kebersihan, serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

“Dari hal-hal kecil itu mereka belajar bertanggung jawab, disiplin, dan konsisten. Karakter seperti itulah yang nantinya terbawa saat bertanding,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Tim Pencari Bakat PB Djarum, Sigit Budiarto, mengatakan pembentukan mental atlet juga harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Menurutnya, anak-anak perlu diberikan motivasi, ditanamkan kedisiplinan, dan dikenalkan pada perjalanan para atlet dunia yang meraih sukses melalui proses panjang.

“Kami selalu berdiskusi dengan anak-anak agar punya motivasi, disiplin, dan tidak mudah menyerah. Mereka juga perlu tahu bahwa atlet hebat seperti Lin Dan atau Taufik Hidayat juga memulai semuanya dari bawah dengan latihan keras dan disiplin,” jelas Sigit.

Ia juga mengingatkan peserta yang masih bertahan di audisi agar menjaga kondisi tubuh menjelang pertandingan berikutnya.

“Recovery menjadi sangat penting. Setelah bertanding harus makan yang baik, istirahat cukup, bangun lebih awal, melakukan pemanasan, sehingga saat masuk lapangan mereka sudah siap secara fisik maupun mental,” terangnya.

Sementara itu, Deputy Manager sekaligus Koordinator Atlet Putra PB Djarum, Leonard Holvy de Pauw, menegaskan pembentukan atlet mandiri dimulai dari kehidupan di luar lapangan.

Menurutnya, atlet yang tinggal di asrama harus mampu menjaga pola hidup, disiplin, serta bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

“Kalau kehidupan di asrama tidak benar, sulit menjadi pemain yang bagus. Recovery terganggu, pola makan berantakan, akhirnya berdampak pada performa di lapangan,” ujar Holvy.

Holvy mengungkapkan PB Djarum menerapkan aturan disiplin yang ketat, termasuk pemberian sanksi bertahap bagi atlet yang melanggar.

“Kami punya SP1, SP2 sampai SP3. Hal-hal sederhana seperti lupa membawa raket atau tidak menyiapkan minuman isotonik juga ada konsekuensinya. Tujuannya bukan menghukum, tetapi membentuk rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap diri sendiri,” jelasnya.

Menurut Holvy, pembentukan karakter membutuhkan kesabaran seluruh pelatih karena setiap atlet memiliki latar belakang yang berbeda.

“Karakter yang baik akan membantu atlet naik ke level berikutnya. Karena itu kami tidak pernah bosan mengingatkan mereka, sedikit demi sedikit hingga menjadi kebiasaan,” kunci Holvy.

Sekadar tahu, Federasi Bulu Tangkis Dunia BWF resmi mengubah sistem skor pertandingan bulu tangkis menjadi 3 gim penentuan dengan 15 poin (3×15). Aturan baru ini menggantikan sistem lama 3×21 poin yang berlaku sejak 2006 dan mulai diberlakukan secara resmi pada 4 Januari 2027.

 Komentar

Berita Terbaru
Berita08 Agustus 2026 12:18
Punya Keluhan Mata, Tulang atau Sendi? Jhoni Khan Buka Konsultasi Pengobatan Herbal di Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Keluhan pada mata, tulang, dan sendi jangan dibiarkan mengganggu aktivitas sehari-hari. Bagi masyarakat yang ingin men...
Politik08 Agustus 2026 10:33
DPC PPP Wajo Bidik Kursi Pimpinan DPRD, Supriadi Arif: Tak Ada Cerita Pemilu Berikutnya Tidak Jadi Pimpinan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Wajo, Supriadi Arif, langsung memas...
Berita08 Agustus 2026 07:46
Gaya Agresif Atlet Belia Makassar Bikin PB Djarum Terpikat di Audisi 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Persaingan atlet muda bulu tangkis di audisi umum PB Djarum 2026 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan semakin ketat ...
Metro07 Agustus 2026 23:16
BPSDM Sulsel Perkuat Kompetensi Regulasi Emosi Pegawai Lewat Webinar ASN Adaptif Seri ke-65
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kemampuan mengelola emosi menjadi salah satu kompetensi penting bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi ...