Anak Sulit Lanjut ke SMA Negeri, Warga Maricaya Mengadu ke Andre Tanta

Muh Saddam
Muh Saddam

Jumat, 24 Juli 2026 18:42

Ketua Komisi C DPRD Sulawesi Selatan, Andre Prasetyo Tanta (APT).
Ketua Komisi C DPRD Sulawesi Selatan, Andre Prasetyo Tanta (APT).

Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketiadaan sekolah menengah atas (SMA) negeri di Kecamatan Makassar menjadi keluhan utama warga saat reses masa persidangan III Tahun 2025/2026 Ketua Komisi C DPRD Sulawesi Selatan, Andre Prasetyo Tanta (APT), di Kelurahan Maricaya, Kecamatan Makassar, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan temu konstituen itu dihadiri Sekretaris Kelurahan Maricaya Hidayat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.

Dalam dialog tersebut, Muzakkar menyampaikan keresahan masyarakat karena anak-anak di Kecamatan Makassar kesulitan diterima di SMA negeri melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Menurutnya, wilayah Kecamatan Makassar tidak memiliki SMA negeri sehingga calon siswa harus bersaing di sekolah yang berada di luar kecamatan.

Ia menjelaskan, satu-satunya SMA negeri yang berada di sekitar wilayah tersebut adalah SMAN 1 Makassar yang berstatus sebagai sekolah unggulan, sehingga peluang anak-anak di Kelurahan Maricaya untuk diterima semakin kecil.

“Di Kecamatan Makassar tidak ada sekolah setingkat SMA negeri. Kami berharap ada kebijakan yang berpihak kepada warga agar anak-anak kami tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan di SMA negeri,” ujar Muzakkar.

Selain persoalan pendidikan, warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sampah.

Vency berharap pemerintah memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana pengelolaan serta pemilahan sampah agar program pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Andre Prasetyo Tanta menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi perhatian dan akan diperjuangkan sesuai kewenangan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

“Reses menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Aspirasi terkait akses pendidikan maupun pengelolaan sampah akan kami tindak lanjuti dan koordinasikan dengan instansi terkait agar dapat dicarikan solusi terbaik,” kata legislator Fraksi NasDem itu.

Andre berharap persoalan keterbatasan akses pendidikan di Kecamatan Makassar dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan di sekolah negeri, tanpa terkendala lokasi tempat tinggal.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro25 September 2026 12:59
TP PKK Makassar Dalami Model Pemberdayaan Perajin di Kampung Batik Cibuluh
Pedomanrakyat.com, Makassar — Tim Penggerak PKK Kota Makassar berkunjung ke Kampung Batik Cibuluh, Kota Bogor, untuk melihat langsung pengembangan k...
Politik25 September 2026 12:16
Tasming Hamid Tegaskan Pramuka Punya Kontribusi Penting bagi Masyarakat dan Pembangunan Parepare
Pedomanrakyat.com, Parepare – Wali Kota Parepare Tasming Hamid menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki kontribusi penting dalam kehidupan masy...
Ekonomi25 September 2026 10:56
Aliyah Mustika Ilham Dorong Barongko Go International Lewat Kolaborasi Gastronomi Makassar–Prancis
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mendorong pengembangan kuliner khas Makassar agar semakin inovatif d...
Daerah25 September 2026 09:19
Bupati Yusran Lalogau Jadikan Maulid Nabi Momentum Perkuat Kebersamaan
Pedomanrakyat.com, Pangkep — Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Rumah ...